Berita  

Tuhan Tahu Air Mata yang Kita Sembunyikan, Di HUT ke-62 GKPI, Firman-Nya Memanggil Kita Pulang dan Berubah

Tuhan Tahu Air Mata yang Kita Sembunyikan, Di HUT ke-62 GKPI, Firman-Nya Memanggil Kita Pulang dan Berubah

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Setiap orang memiliki pergumulan yang mungkin tidak diketahui orang lain. Di balik senyum, bisa saja tersimpan air mata. Ada yang bergumul dengan keluarga, pekerjaan, ekonomi, pendidikan anak, kesehatan, maupun masa depan. Namun satu hal yang pasti: Tuhan mengetahui setiap pergumulan dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Pesan pengharapan tersebut menguat dalam Ibadah Minggu pagi di GKPI Jemaat Khusus Imanuel Pematangsiantar, Minggu, 30 Agustus 2026 dihadiri 336 orang dan bahkan dimeriahkan oleh anak-anak Sekolah Minggu dimana sekalian selesai Ibadah Minggu dilanjutkan makan siang bersama dan merayakan Ulang Tahun ke 62 tahun GKPI penuh sukacita.

Ibadah dipimpin amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th. sebagai liturgis. Persekutuan diawali dengan Mars GKPI dan dilanjutkan Hymne GKPI, “Jesus Tuhanku”.

Firman Tuhan disampaikan oleh amang Pdt. S.P. Hutagalung, S.Th., berdasarkan Yeremia 15:15–21, dengan tema:
“Firman Tuhan Menjadi Kegirangan bagi Kita Semua.”

Dalam khotbahnya amang Pdt. S.P Hutagalung, S.Th menelaskan bahwa Nabi Yeremia bukanlah seorang yang hidup tanpa pergumulan. Ia mengalami tekanan, penolakan, kesepian, bahkan penderitaan karena menjalankan panggilan Tuhan. Namun justru di tengah pergumulannya, Yeremia menemukan sumber kekuatannya.

Dalam Yeremia 15:16 berkata:
“Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku dan menjadi kesukaan hatiku.”

Firman Tuhan itulah yang menguatkan Yeremia ketika keadaan di sekelilingnya tidak berubah seperti yang diharapkannya.
Kegirangan di dalam Tuhan bukan berarti kehidupan kita bebas dari masalah. Kegirangan sejati adalah ketika di tengah masalah kita masih menemukan Tuhan, dan di tengah air mata kita masih memiliki Firman-Nya sebagai kekuatan.

Firman Itu Hidup dan Bekerja

Dalam khotbahnya, amang Pdt. S.P. Hutagalung, S.Th juga menegaskan bahwa Firman bukan hanya rangkaian kata yang kita baca atau dengarkan. Firman itu hidup. Firman itu adalah Allah sendiri yang datang menjadi manusia di dalam Yesus Kristus.

Pada ayat Firman di Yohanes 1:1 menyatakan: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”

Kemudian pada Firman di Yohanes 1:14 menegaskan: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.”

Karena itu, ketika kita sungguh-sungguh menerima Firman Tuhan, berarti kita menerima Yesus Kristus dalam kehidupan kita. Ketika Yesus tinggal di dalam hidup kita, Dia sendiri yang bekerja, mengubah, menguatkan dan menuntun kehidupan kita.

Inilah yang dialami Yeremia. Ia menerima Firman Tuhan bukan sekedar sebagai pengetahuan, tetapi menjadikannya bagian dari hidupnya. Karena itulah Firman menjadi kegirangan dan kesukaan hatinya.

Firman Tuhan tidak pernah bekerja dengan sia-sia.

Sebagaimana ditegaskan dalam Yesaya 55:10–11, seperti hujan dan salju yang turun dari langit, mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tanaman, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang makan, demikian pula Firman yang keluar dari mulut Tuhan.

Firman itu tidak akan kembali kepada-Nya dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Tuhan kehendaki dan berhasil dalam tujuan untuk apa Tuhan mengutusnya.

Mungkin hari ini kita belum melihat perubahan. Mungkin doa belum terjawab. Pergumulan keluarga belum selesai. Persoalan ekonomi masih berat. Masa depan masih terasa tidak pasti. Tetapi jangan berhenti percaya kepada Firman Tuhan.

Firman yang kita terima saat ini sedang bekerja.

Jangan Hanya Menjadi Pendengar

Firman Tuhan pertama-tama harus kita terima untuk memperbaiki diri sendiri, bukan untuk mencari dan menunjuk kesalahan orang lain.

Ukuran seseorang menerima Firman bukanlah seberapa banyak khotbah yang telah didengarnya, tetapi seberapa jauh kehidupannya berubah karena Firman Tuhan.

Karena itu, setelah ibadah janganlah kita hanya berkata, “Khotbahnya bagus.”

Tetapi tanyakanlah kepada diri sendiri:
“Apa yang berubah dalam hidup saya setelah mendengar Firman Tuhan?”

Firman harus diterima, direnungkan, dilakukan dan menghasilkan buah dalam kehidupan. Jadilah seperti tanah yang subur, tempat benih Firman berakar
dan bertumbuh sehingga menghasilkan kasih, kesabaran, pengampunan, kejujuran, kesetiaan dan ketaatan.

Bawalah Firman dalam Kehidupan

Menutup kotbahnya amang Pdt. S.P Hutagalung, S.Th menyampaikan Firman Tuhan harus tetap hidup setelah kita meninggalkan gedung gereja. Dalam keluarga, Firman terlihat melalui kasih, kesabaran, pengampunan dan sikap saling menguatkan. Di tempat kerja, Firman terlihat melalui kejujuran, tanggung jawab dan kesetiaan sekalipun tidak ada yang mengawasi.

Di tengah masyarakat maupun media sosial, orang yang hidup dalam Firman tidak membalas kebencian dengan kebencian atau fitnah dengan fitnah, tetapi berusaha menjadi pembawa damai.

Dan ketika pergumulan datang, kita tetap dapat berkata: “Persoalanku mungkin belum selesai, tetapi Tuhan masih bersamaku. Firman-Nya tetap menjadi kekuatan dan kegiranganku.”

Oleh karena itu, terimalah Firman Tuhan dan hiduplah di dalam
Firman Tuhan, sebab Firman-Nya memberikan sukacita, kegirangan, kekuatan dan damai sejahtera bagi kehidupan kita.

Kiranya Firman Tuhan tidak berhenti di telinga, tetapi masuk ke dalam hati dan menjadi nyata melalui sikap, perkataan serta perbuatan kita.

Tuhan Tahu Air Mata yang Kita Sembunyikan, Di HUT ke-62 GKPI, Firman-Nya Memanggil Kita Pulang dan Berubah

Pelayanan Ibadah

– Warta Jemaat & Doa Syafaat: Inang C.Pnt PC.Simbolon
– Song leader/ Pujian: E.E br Sitorus & V.br Silalah
– Organis: Inang A br Sihombing
– Persembahan: Pnt N.br Panggabean, C.Pnt. P Purba, C.Pnt H.Pasaribu & Pnt. R br Manurung
– Penerimaan Tamu: Pnt U.Marpaung, CPnt. L.br Siagian & Amang C.Pnt. Victor Asido Elyakim P

Tuhan Tahu Air Mata yang Kita Sembunyikan, Di HUT ke-62 GKPI, Firman-Nya Memanggil Kita Pulang dan Berubah Tuhan Tahu Air Mata yang Kita Sembunyikan, Di HUT ke-62 GKPI, Firman-Nya Memanggil Kita Pulang dan Berubah Tuhan Tahu Air Mata yang Kita Sembunyikan, Di HUT ke-62 GKPI, Firman-Nya Memanggil Kita Pulang dan Berubah Tuhan Tahu Air Mata yang Kita Sembunyikan, Di HUT ke-62 GKPI, Firman-Nya Memanggil Kita Pulang dan Berubah

HUT ke-62 GKPI dan Sukacita Pelayanan

Usai ibadah, sukacita jemaat berlanjut dalam rangka HUT ke-62 GKPI.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan perpisahan dengan amang Vikar Andres Siringoringo, S.Th. serta penerimaan Inang Vikar Angeline Paskah Ria Situmorang, S.Th.

Momentum tersebut menjadi ungkapan syukur atas pelayanan yang telah dilaksanakan sekaligus sukacita menyambut perjalanan pelayanan yang baru.

Tuhan Tahu Air Mata yang Kita Sembunyikan, Di HUT ke-62 GKPI, Firman-Nya Memanggil Kita Pulang dan Berubah Tuhan Tahu Air Mata yang Kita Sembunyikan, Di HUT ke-62 GKPI, Firman-Nya Memanggil Kita Pulang dan Berubah

Kehadiran jemaat pada ibadah Minggu pagi dan juga merayakan Ulang Tahun ke 62 tahun GKPI tersebut juga menunjukkan antusiasme yang sangat besar. Jemaat sangat ranai mengikuti ibadah Minggu dengan penuh khidmat. Ibadah pun berakhir dalam suasana penuh sukacita. Jemaat pulang dengan hati yang bersukacita, saling bersalaman satu sama lain, berbagi senyum dan sapaan yang tulus. Kebersamaan sederhana itu terasa begitu berharga, seolah mengingatkan kembali bahwa gereja bukan sekedar bangunan, melainkan persekutuan umat yang saling menguatkan dalam kasih Kristus.
(VIP)