PALEMBANG, mediasumatera.id — Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Sumatera Selatan menyatukan langkah bersama jajaran pengurus dan anggotanya untuk meringankan beban masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan yang mencakup paket bahan pangan hingga material bangunan ini dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan melalui koordinasi dengan DPP GEKIRA serta DPD GEKIRA NTT.
Ketua GEKIRA Sumsel, Jimmy David Lumban Gaol, menyampaikan bahwa donasi yang digalang oleh seluruh pengurus dan anggota di Sumatera Selatan merupakan wujud empati serta kepekaan sosial terhadap bencana nasional yang menimpa warga di Nusa Tenggara Timur.
“Melalui kepedulian dan gotong royong seluruh pengurus serta anggota GEKIRA Sumsel, kami berharap aksi nyata ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Flores,” ujar Jimmy.

Penyaluran bantuan dari GEKIRA Sumsel menyasar sejumlah titik krusial. Di antaranya, sebanyak 140 kepala keluarga di Kelurahan Susu (Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada) menjadi penerima manfaat. Selain itu, jangkauan bantuan juga diperluas ke wilayah Dimai, Boawa, Kampung Umarawi, Desa Aeramo, Kelurahan Dhawe, Desa Waekokak, hingga Kelurahan Towak. Setiap paket sembako yang disalurkan berisi 5 kg beras, mi instan, dan gula, yang disusul dengan bantuan material bangunan untuk menunjang pemulihan pemukiman warga secara jangka panjang.
Aksi Serentak GEKIRA se-Indonesia
Aksi kemanusiaan GEKIRA Sumsel ini selaras dengan instruksi Pengurus Pusat (PP) GEKIRA. Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, menegaskan bahwa pihaknya telah menggerakkan seluruh pengurus di tingkat daerah untuk terlibat aktif dalam penanganan pascabencana Flores.
“Kami telah memerintahkan seluruh pengurus GEKIRA se-Indonesia untuk turun tangan membantu warga terdampak di Flores, NTT,” tegas Nikson pada Kamis (27/8/2026).

Nikson menjelaskan, skema penanganan bantuan dibagi ke dalam beberapa tahapan. Tahap tanggap darurat diawali oleh pengurus lokal GEKIRA NTT di titik terdekat, dilanjutkan oleh PP GEKIRA melalui penyaluran kebutuhan pokok ke lima kabupaten. Tahap berikutnya difokuskan pada pengadaan material bangunan guna mendukung rehabilitasi hunian warga.
Dalam aksi tanggap lapangan pada Kamis (27/8/2026), Ketua Bidang Lingkungan Hidup PP GEKIRA, Dr. E. Yerry Tawalujan, S.Th., M.Th., memimpin langsung pembagian bantuan pangan bagi hampir 100 keluarga di Desa Aeramo dan Kampung Lama Kobagheje, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
“Tim PP GEKIRA bergerak di 12 desa yang tersebar di lima kabupaten, yaitu Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat, terhitung sejak 27 Agustus hingga 4 September,” jelas Yerry.
Langkah ini mendapat apresiasi positif dari tokoh dan warga setempat. Ketua GEKIRA Kabupaten Nagekeo, Kristianus P. Jogo, serta Samuel, salah seorang warga Desa Aeramo, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan logistik yang dinilai sangat tepat waktu dan bermanfaat di tengah masa-masa sulit pascabencana.

Mendukung Upaya Pemulihan Pemerintah
Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang menguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu berdampak luas pada sarana dan prasarana permukiman. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 24 Agustus mencatat sebanyak 77.912 rumah mengalami kerusakan (24.597 rusak berat, 18.537 rusak sedang, dan 34.778 rusak ringan).
Presiden Prabowo Subianto yang meninjau langsung penanganan bencana di Nagekeo pada 26 Agustus 2026 memimpin penyiapan dana dukungan sebesar Rp200 miliar untuk penanganan dampak gempa di wilayah tersebut.
Di tengah ribuan gempa susulan yang masih terjadi, GEKIRA menegaskan komitmennya untuk mendampingi masyarakat Flores dari masa darurat hingga proses rekonstruksi dan pemulihan kehidupan warga kembali pulih sepenuhnya.(*)







