OGAN ILIR, mediasumatera.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir melalui Dinas PUPR Ogan Ilir membangun drainase besar di dalam Kota Indralaya.
Drainase tersebut dibangun satu paket dengan trotoar di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Indralaya tepatnya lebih kurang di KM 36, Keluarhan Indralaya Mulia, Kecamatan Indralaya.
Alokasikan anggaran pembangunan drainase dan trotoar tersebut, selain memberikan rasa aman dan nyaman bagi pejalan kaki.
Pada area tersebut juga langganan tergenang banjir dadakan pasca hujan lebat.
Kubikasi air hujan dan saluran pembuangan yang ada di daerah padat penduduk itu tak sepadan.
Warga berharap pembangunan drainase mampu mengatasi permasalahan tersebut.
Salah seorang warga setempat, Adi (44) mengatakan kekhawatiran warga tampaknya akan segera berakhir seiring dengan pembangunan drainase.
Dia menggambarkan, bila usai di guyur hujan lebat bukan hanya bahu jalan yang terendam, bahkan genangan air hujan sering kali masuk ke halaman toko tempatnya berniaga.
“Dengan tersedianya drainase yang cukup besar ini warga tak lagi khawatir dengan terjangan menampung air pasca hujan lebat. Ini solusi yang selama ini di harapkan warga,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Ogan Ilir, H Ruslan, ST.MM.MT mengatakan warga di kawasan tersebut memang sudah lama membutuhkan drainase besar.
Seperti yang di gambarkan, drainase yang ada dan berisi tanah tak mampu menampung aliran hujan.
“Karena drainase lama sebagian telah tertutup tanah otomatis tak mampu meminimalisir aliran udara yang deras,” paparnya. Jumat (24/10/2025)
“Untuk itu kita membangun drainase besar yang sangat memadai dengan menggunakan dana Bangub (Bantuan Gubernur red),” kata Ruslan.
Pemkab Ogan Ilir menghimbau pengguna jalan sekaligus berharap kepada warga yang mempunyai perdagangan di wilayah itu agar dapat memahami kondisi yang ada selama masa pekerjaan.
“Jalanan jadi agak sempit, agak padat karena ada alat berat yang bekerja di bahu jalan,” terangnya.
“Pengguna jalan juga kami harap dapat bersabar dan berhati-hati karena ada penyempitan jalan,” pungkasnya
(Junaidi)







