Diutus Untuk Pergi

Diutus Untuk Pergi

SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Setiap murid dan pengikut Yesus, memiliki tugas yang satu dan sama dari Sang Pengutus, yakni Yesus untuk memberitakan Injil, lewat kesaksian hidup yang baik dan benar sebagai murid dan pengikut -Nya. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Santo Fransiskus Xaverius, Imam dan Pelindung Misi, yang kita rayakan pestanya di hari ini.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 16: 15 – 20, yakni Yesus beberapa kali menampakkan diri dan mengutus murid-murid-Nya, Yesus terangkat ke surga. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkata kepada para kesebelas murid-Nya: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Perkataan Yesus ini, juga ditujukan kepada
setiap murid dan pengikut Yesus dewasa ini. Bahwa kita dipanggil bukan hanya untuk tinggal dalam zona kenyamanan, melainkan untuk pergi. Pergi berarti berani melangkah keluar dari zona aman kita, meninggalkan kebiasaan yang membuat kita pasif, dan membuka diri pada panggilan Tuhan. Namun, pergi memberitakan Injil tidak selalu berarti berkhotbah dari mimbar ke mimbar atau berpindah dari satu gereja ke gereja lain. Pergi berarti menghadirkan Injil dalam kehidupan sehari-hari: melalui cara kita hidup dengan jujur dan penuh kasih. Juga melalui cara kita bersikap yang mencerminkan kesabaran dan pengampunan. Dan melalui cara kita bertutur kata yang membangun, bukan meruntuhkan, serta melalui cara kita bertindak yang adil dan benar, sesuai Injil. Jadi,
kesaksian hidup yang baik dan benar adalah Injil yang nyata, yang bisa dibaca oleh keluarga, komunitas, rekan kerja, dan masyarakat. Dengan demikian, kita dituntut untuk menjadi “Injil atau kitab suci yang hidup,” yang menghadirkan KASIH Kristus di tengah dunia. Yang perlu kita sadari bahwa kita tidak berjalan sendirian, melainkan Tuhan Yesus turut bekerja dan meneguhkan pelayanan kita para murid-Nya. Artinya, setiap langkah kita dalam tugas perutusan selalu disertai kuasa dan kehadiran-Nya.

Baca Juga :  Ruang Doa Atau Sarang Penyamun?

Pertanyaan refleksi:

1. Bagian mana dari hidup saya yang masih terjebak dalam zona nyaman, dan bagaimana saya bisa berani melangkah keluar untuk menjadi saksi Kristus?
2. Apakah cara hidup, sikap, tutur kata, dan tindakan saya sudah mencerminkan Injil yang hidup bagi keluarga, komunitas, dan lingkungan kerja saya?
3. Bagaimana saya merasakan kehadiran Tuhan Yesus yang menyertai dan meneguhkan langkah saya dalam tugas perutusan sehari-hari?
Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat
Tuhan Yesus, Engkau memanggil dan mengutus kami untuk pergi memberitakan Injil. Tolong kami agar berani meninggalkan zona nyaman, dan jadikan hidup kami kesaksian yang nyata tentang KASIH-Mu. Sertai setiap langkah kami, agar kami menjadi Injil yang hidup di tengah keluarga, komunitas, dan masyarakat. Amin.