oleh Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK
Berdasarkan Lukas 14:12–14
mediasumatera.id – Dalam dunia yang sering berprinsip Do Ut Des: aku memberi supaya engkau memberi, Yesus mengajak kita untuk melampaui logika timbal balik. Ia menantang kita untuk memberi kepada mereka yang tidak dapat membalas, karena di sanalah KASIH sejati diuji. Namun, hal ini tidaklah mudah, sebab kita cenderung memberi dengan harapan akan dibalas. Ketika diundang, kita merasa perlu mengundang balik. Jika tidak, maka akan muncul pertanyaan: “Apa aku tidak sopan?” atau “Nanti dikira tidak tahu balas budi.” Nah, hari ini, Yesus mengundang kita untuk keluar dari pakem atau pola atau mindset lama itu. Memberi bukan karena kewajiban sosial, tetapi karena KASIH yang tulus.
Pertanyaan refleksi:
1. Apakah aku pernah menunda memberi karena merasa tidak akan dibalas?
2. Bagaimana aku bisa belajar memberi dengan hati yang bebas dan penuh kasih?
3. Apakah aku berani memberi kepada mereka yang tidak bisa membalas, meski itu membuatku tidak nyaman?
Doa singkat:
Tuhan Yesus, ajar aku untuk memberi tanpa mengharapkan balasan. Bentuklah hatiku agar mampu mengasihi dengan tulus, seperti Engkau mengasihi. Amin




