Berita  

Hidup Baru di Pelukan Kristus: Saatnya Hati yang Hilang Kembali kepada Allah

Hidup Baru di Pelukan Kristus: Saatnya Hati yang Hilang Kembali kepada Allah

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Di minggu kedua bulan September 2025, GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar kembali menggelar Ibadah Minggu 13 Set Trinitatis dengan penuh sukacita dan hikmat, meski proses renovasi rumah Tuhan masih berlangsung. Semangat jemaat untuk tetap berkumpul, memuji, dan menyembah Allah semakin menunjukkan kerinduan hati untuk dipulihkan.

Ibadah dimulai dengan pujian dari Buku Ende yang dinyanyikan penuh penghayatan, diiringi alunan organ lembut oleh Pemudi Elisabet br Ujung. Suasana hening yang penuh pengharapan menyelimuti jemaat, seolah Tuhan sendiri hadir merangkul setiap hati yang rindu kembali pada-Nya.

Firman Tuhan hari itu diambil dari Lukas 15:11–32 dengan tema “Sukacita atas Kembalinya Anak yang Hilang” yang disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran MT Simamora, M.Th.

Hidup Baru di Pelukan Kristus: Saatnya Hati yang Hilang Kembali kepada Allah

Amang Pdt. Tubiran MT Simamora, M.Th. menjabarkan Firman Lukas 15:11–32 :

Ayat 11–13: Anak bungsu meminta warisan dan pergi ke negeri jauh.
Isi: Anak ini melambangkan manusia yang memilih hidup jauh dari Allah, mengandalkan diri sendiri.
Penerapan: Jangan tergoda oleh dunia yang tampak indah namun menjauhkan kita dari Tuhan. Saat kita lebih mencintai dunia daripada Allah, kita sedang meninggalkan rumah Bapa.

Ayat 14–16: Ia jatuh miskin, kelaparan, bahkan ingin makan makanan babi.
Isi: Hidup tanpa Tuhan membuat manusia hampa, kehilangan arah, dan penuh penderitaan.
Penerapan: Dosa selalu menawarkan kesenangan sementara, tetapi ujungnya adalah kehancuran. Hanya Tuhan yang sanggup memberi kepuasan sejati.

Ayat 17–19: Ia sadar diri, menyesal, dan ingin kembali menjadi pekerja di rumah ayahnya.
Isi: Titik balik manusia adalah ketika hatinya sadar bahwa hidup tanpa Allah sia-sia.
Penerapan: Pertobatan sejati dimulai dengan kerendahan hati, mengakui kesalahan, dan berani pulang kembali kepada Allah.

Ayat 20: Ayahnya melihat dari jauh, berlari, memeluk, dan mencium dia.
Isi: Kasih Bapa tidak menunggu, tetapi aktif mencari dan menyambut kita.
Penerapan: Begitulah kasih Kristus—tanpa syarat, penuh pengampunan, dan selalu terbuka untuk siapa pun yang mau kembali.

Baca Juga :  Diduga Jaringan Judi Togel TK/DM, Warga Desak Polisi dan TNI Tangkap Maruba dan Pak Jodi

Ayat 21–24: Anak dipulihkan, diberi jubah, cincin, dan diadakan pesta sukacita.
Isi: Allah bukan hanya mengampuni, tetapi juga memulihkan martabat manusia yang berdosa.
Penerapan: Saat kita bertobat, Tuhan bukan hanya menerima kita kembali, tetapi juga memberikan hidup baru dengan identitas sebagai anak Allah.

Ayat 25–30: Anak sulung marah, merasa tidak adil.

Isi: Anak sulung menggambarkan orang percaya yang merasa diri benar tetapi tidak mengerti kasih karunia Allah.

Penerapan: Jangan menghakimi orang lain yang baru bertobat, sebaliknya kita dipanggil untuk bersukacita karena ada jiwa yang kembali kepada Tuhan.

Ayat 31–32: “Segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu, tetapi patutlah kita bersukacita, karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali.”

Isi: Kasih Allah itu adil dan penuh anugerah. Yang hilang kembali, yang mati dibangkitkan.
Penerapan: Setiap jemaat diajak untuk bersyukur, tidak iri hati, dan ikut merayakan karya keselamatan bagi saudara seiman.

Dalam khotbahnya, beliau menekankan bahwa manusia sering kali tersesat karena kesombongan, dosa, dan keinginan daging. Namun, Allah Bapa tidak pernah menutup hati-Nya. Seperti seorang ayah yang berlari menyambut anaknya, demikianlah kasih Tuhan: penuh pengampunan, tanpa syarat, dan selalu menanti pertobatan kita.

Amang Pdt. Tubiran MT Simamora, M.Th menyampaikan beberapa pesan penting sebelum menutup kotbahnya:

  1. Jangan menunda pertobatan. Hiduplah dengan kerendahan hati dan jangan menunggu peristiwa pahit untuk kembali pada Tuhan.
  2. Belajar menjadi pengampun. Jangan sibuk menghakimi orang lain, melainkan bukalah hati untuk menerima dan mengampuni.
  3. Kasih Allah selalu lebih besar dari dosa kita. Tidak ada kesalahan yang terlalu besar hingga Tuhan menolak orang yang sungguh-sungguh mau kembali.

“Masihkah kita merasa jauh dari Tuhan? Masihkah kita biarkan hati kita keras? Mari pulanglah, izinkan Yesus merangkul kita dengan kasih-Nya. Di pelukan Kristus ada hidup baru, sukacita, dan keselamatan yang kekal,” tegas Pdt. Tubiran  Simamora dengan penuh haru.

Baca Juga :  Musda Ke-V, Helena Lumban Gaol Resmi Mendaftar sebagai Calon Ketua KBPP Polri Sumut

Pelayanan liturgi dipimpin oleh Inang Pnt. S br Hutagalung, epistel dari Yeremia 3:14–18, serta petunjuk hidup baru dari Imamat 19:2–3. Doa syafaat dibawakan oleh Inang Pnt. C br Lubis. Pujian dipimpin oleh song leader Inang L br Manullang bersama Inang M br Nainggolan (juga selaku Bendahara PHJ), diiringi organ oleh Pemudi Elisabet br Ujung. Persembahan dilayani oleh Inang Pnt. R br Tobing dan Inang Pnt. N br Panggabean, sedangkan penerimaan tamu dilayani oleh Amang Pnt. U Marpaung dan Amang Pnt. J Sipayung.

Warta Jemaat Penting:

  • Persembahan ke Depan – untuk Dana Renovasi GKPI JK Immanuel Pematangsiantar.
  • Ibadah Kebaktian Malam Sektor – Rabu, 17 September 2025 pukul 19.00 WIB.
    1.   Sektor 1: di rumah Ny. TBD Sitinjak br Sitompul, Jl. HOK Salamuddin No. 63A Siantar Estate
    2.   Sektor 2: di rumah B. Simangunsong / br Simbolon, Jl. Pematang Pemandian Detis
    3.   Sektor 3: di rumah T. Samosir / br Silalahi, Jl. Sitalasari
    4.   Sektor 4: di rumah R. Togatorop / br N70, Jl. Bunga Palm Bona Bona
    5.   Sektor 5: di rumah E. Manik / br Panjaitan, Jl. Mata Air

Kiranya ibadah sektor ini menjadi kesempatan bagi jemaat untuk semakin merasakan kasih Allah dalam persekutuan sederhana yang penuh damai.

  •  Persembahan ke-3 pada Minggu ini dipersembahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah angin puting beliung di Sei Rampah.
  •  Kebaktian Penatua/Purnabakti, PHJ dan keluarga – Jumat, 19 September 2025, di rumah Keluarga Penatua R br Tobing.
  •  Penetapan Calon Penatua GKPI JK Immanuel Pematangsiantar:
    1. Sektor 2: Amang Victor Asido Elyakim P dan Amang B Simangunsong
    2. Sektor 3: Amang H Pasaribu
    3. Sektor 4: Inang D br Sidabutar
    4. Sektor 5: Inang PC br Simbolon
Baca Juga :  BPH Migas Bakal Beri Sanksi Tak Bisa Jual BBM Subsidi bagi SPBU Curang

Hidup Baru di Pelukan Kristus: Saatnya Hati yang Hilang Kembali kepada Allah

Melalui ibadah ini, jemaat diajak untuk menyadari bahwa kasih Allah jauh lebih besar daripada kegagalan manusia. Tuhan sedang memanggil setiap orang untuk kembali ke pelukan Kristus, hidup dalam pengampunan, dan meninggalkan hati yang keras.

Ibadah ini mengingatkan kita semua bahwa Allah sedang lebih dahulu merenovasi hati umat-Nya, bukan hanya bangunan gereja. Seperti anak bungsu yang kembali kepada ayahnya, demikian juga setiap kita dipanggil untuk kembali ke pelukan Kristus dengan hati yang bertobat.

Marilah kita hidup dalam kerendahan hati, penuh ucapan syukur, dan setia menanti hari Tuhan. Sebab dalam kasih Kristus, tidak ada anak yang terlalu jauh untuk kembali, dan tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni.

“Hidup baru dimulai ketika hati yang hilang kembali kepada Allah.”

Hidup Baru di Pelukan Kristus: Saatnya Hati yang Hilang Kembali kepada Allah

Bagi jemaat dan donatur yang tergerak untuk memberikan bantuan bagi renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, dapat menyalurkan donasi melalui:

Rekening Donasi:
🏦 Bank: Bank SUMUT
💳 Nomor Rekening: 22002040465521
📌 Atas Nama: PANPEM GKPI JK Immanuel

Setiap dukungan yang diberikan, baik besar maupun kecil, akan sangat berarti bagi pembangunan rumah Tuhan. Tuhan memberkati setiap tangan yang memberi dengan sukacita.

“Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kita lebih besar dari segala allah. Tetapi siapakah yang mampu mendirikan rumah bagi-Nya, karena langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku mampu mendirikan rumah bagi-Nya, kecuali hanya untuk membakar korban di hadapan-Nya?”

(2 Tawarikh 2:5-6)

Soli Deo Gloria.

(VIP)