HIDUP YANG BERKENAN KEPADA TUHAN

HIDUP YANG BERKENAN KEPADA TUHAN

“RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”

Rabu, 18 Maret 2026

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan dari Tuhan senantiasa memenuhi hati dan langkah kehidupan kita hari ini.
Hari-hari ini kita sedang berjalan dalam masa Pra Paskah, sebuah waktu yang mengajak kita untuk berhenti sejenak dari kesibukan hidup, menundukkan hati, dan merenungkan kembali kasih Tuhan yang begitu besar bagi manusia. Masa ini bukan sekadar penantian menuju Paskah, tetapi perjalanan batin untuk melihat kembali diri kita di hadapan Tuhan, apakah hati kita masih setia, apakah kasih kita masih hidup, dan apakah iman kita masih menyala.
Bagaimana kabar Saudara/i hari ini? Kiranya Saudara/i berada dalam kesehatan jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.
Kiranya melalui masa Pra Paskah ini, kita semakin dekat kepada Tuhan, semakin peka terhadap kasih-Nya, dan semakin siap menyambut kemenangan Paskah dengan hati yang baru.

“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mikha 6:8)

Mikha 6:8 adalah salah satu ringkasan paling indah tentang kehidupan orang beriman. Tuhan tidak menuntut hal yang rumit atau sulit dimengerti. Ia menunjukkan dengan jelas apa yang baik dan apa yang Ia kehendaki dari manusia: berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan-Nya.

Pertama, berlaku adil berarti hidup dengan kejujuran dan kebenaran. Kita dipanggil untuk tidak menindas orang lain, tidak berlaku curang, dan tidak memihak demi kepentingan diri sendiri. Keadilan dimulai dari hal kecil: dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan relasi sehari-hari. Kedua, mencintai kesetiaan atau kasih setia. Ini berbicara tentang kesetiaan dalam hubungan dengan Tuhan dan sesama. Tuhan setia kepada kita, dan Ia menghendaki kita setia dalam kasih, janji, dan tanggung jawab. Kesetiaan bukan hanya ketika keadaan baik, tetapi juga ketika situasi sulit. Ketiga, hidup dengan rendah hati di hadapan Allah. Kerendahan hati adalah sikap sadar bahwa kita hidup karena anugerah Tuhan. Orang yang rendah hati tidak sombong, tidak merasa paling benar, tetapi selalu bersandar pada Tuhan dalam doa dan ketaatan.

Baca Juga :  *Angkatan Yang Jahat & Tidak Setia*

Mikha 6:8 mengingatkan bahwa iman bukan hanya soal ibadah di gereja, tetapi soal cara hidup setiap hari. Tuhan lebih berkenan pada hidup yang adil, penuh kasih, dan rendah hati daripada sekadar ritual keagamaan.

Pertanyaannya bagi kita: apakah hidup kita sudah mencerminkan keadilan, kesetiaan, dan kerendahan hati? Jika belum, hari ini Tuhan mengundang kita untuk memperbarui komitmen hidup di hadapan-Nya.

Lagu:
KJ No. 464:1-3
“Tuhan Pecahkan Roti Hayat”

Doa:
Tuhan yang berdaulat atas waktu, kami bersyukur karena Engkau memegang setiap musim dalam hidup kami. Ampuni kami jika kami sering tidak sabar dan meragukan waktu-Mu. Ajari kami untuk setia dan percaya dalam setiap musim kehidupan. Tolong kami menggunakan waktu yang Engkau berikan dengan bijaksana dan hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.

Amin.

(VIP)