Jangan Hanya Tergerak Hati, Bergeraklah Dan bertindak

Jangan Hanya Tergerak Hati, Bergeraklah Dan bertindak

SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, banyak kali kita hanya sampai pada rasa prihatin, kasihan atau iba atau mungkin empati saja, namun belum ke tindakan nyata atau konkret. Yesus hari ini memberikan teladan kepada kita: tergerak hati, bergerak dan bertindak.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 9: 35 – 10: 1. 6 – 8, yakni belas kasihan Yesus terhadap orang banyak dan Yesus memanggil kedua belas rasul. Dalam bacaan Injil hari ini, ketika Yesus melihat orang banyak yang terlantar seperti domba tanpa gembala, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Namun Yesus tidak berhenti pada rasa iba. Ia bergerak dengan mengajar, menyembuhkan, dan mengajak murid-murid berdoa memohon pekerja bagi tuaian jiwa-jiwa. Lebih jauh lagi, Ia bertindak dengan mengutus murid-murid, memberi mereka kuasa, dan menyuruh mereka pergi memberitakan Kerajaan Surga serta melayani dengan kuasa-Nya.

Bagaimana dengan kita? Dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan dari kita sering kali hanya berhenti pada “tergerak hati saja”: merasa iba, tersentuh, atau prihatin, tetapi tidak melanjutkan ke tindakan nyata. Yesus mengajak kita melampaui rasa simpati pasif. Setelah hati tergerak, bergeraklah, ambil inisiatif, berdoa dengan spesifik, siapkan diri. Lalu bertindaklah: gunakan talenta, waktu, dan kesempatan yang Tuhan beri untuk menjadi BERKAT bagi orang lain. Oleh karena itu, sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa: “Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati” (Yakobus 2:17). Dan “Kasih yang sejati terwujud dalam tindakan” (1 Yohanes 3:18). Maka, mari kita tidak hanya menjadi penonton yang berhenti pada rasa terharu atau iba, atau prihatin atau kasihan atau rasa simpatik semata, tetapi pelaku yang menjawab panggilan Tuhan dengan langkah nyata. Tergerak hati, bergeraklah, dan bertindaklah. Ingatlah, jangan menunda perbuatan baik sampai besok, jika hari ini bisa kamu lakukan.

Baca Juga :  Undanglah Mereka Yang Memiliki Keterbatasan.

Pertanyaan refleksi:

1. Dalam pengalaman hidup saya, kapan terakhir kali hati saya tergerak oleh belas kasihan, tetapi tidak saya lanjutkan dengan tindakan nyata?
2. Langkah konkret apa yang bisa saya ambil hari ini untuk mengubah rasa simpati menjadi aksi pelayanan yang nyata?
3. Bagaimana saya dapat menggunakan talenta, waktu, dan kesempatan yang Tuhan beri untuk menjadi jawaban doa bagi orang lain?
Selamat berefleksi

Doa Singkat
Tuhan, buka mataku untuk melihat kebutuhan di sekelilingku.
Bergerakkan hatiku untuk tidak hanya merasa iba, tetapi berani mengambil langkah iman.Berikan aku keberanian dan hikmat untuk bertindak nyata menjawab kebutuhan sesama, demi kemuliaan-Mu. Amin.

Selamat berakhir pekan🙏🙏