RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP
Jumat, 20 Maret 2026
PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.
Kiranya damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan dari Tuhan perlahan mengalir memenuhi hati kita, bahkan di saat kita merasa lelah, kosong, atau tidak baik-baik saja.
Hari-hari ini kita sedang berjalan dalam masa Pra Paskah…
sebuah perjalanan sunyi yang mengajak kita untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan.
Di tengah kesibukan, mungkin kita sering lupa, bahwa ada hati yang perlu dipulihkan, ada luka yang perlu diserahkan, dan ada hubungan dengan Tuhan yang perlu diperdalam kembali.
Pra Paskah bukan hanya tentang menunggu hari kemenangan…
tetapi tentang berani melihat ke dalam diri.
Apakah hati kita masih sungguh mengasihi Tuhan?
Atau justru mulai dingin karena kecewa, lelah, dan beban hidup?
Apakah iman kita masih menyala… atau hanya tersisa sebagai kebiasaan tanpa rasa?
Sering kali kita tersenyum di luar, tetapi di dalam hati kita sedang rapuh.
Kita terlihat kuat di depan orang lain, tetapi diam-diam kita sedang berjuang sendirian.
Namun hari ini Tuhan mengingatkan kita…
bahwa kita tidak pernah sendiri.
KasihNya tidak berubah, bahkan ketika kita menjauh.
PelukanNya tetap terbuka, bahkan ketika kita merasa tidak layak.
Bagaimana kabar Saudara/i hari ini?
Apapun keadaanmu, baik sedang bersukacita, berduka, atau sedang berjuang dalam diam, Tuhan melihat setiap air mata yang mungkin tidak pernah dilihat orang lain.
Dia mengerti setiap pergumulan yang tidak sempat terucap.
Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.
Kiranya melalui masa Pra Paskah ini, kita tidak hanya berjalan… tetapi benar-benar kembali.
Kembali kepada Tuhan dengan hati yang hancur namun rindu dipulihkan.
Kembali dengan iman yang mungkin kecil, tetapi ingin kembali menyala.
_”TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kakiNya.”_ (Nahum 1:3)
Mari selalu mengingat bahwa Allah selalu siap mengampuni dan terus memberikan kesempatan kepada kita untuk bertobat dan memperbaiki diri. Dalam perjalanan hidup terkadang kita diperhadapkan dengan sebuah pertanyaan, sehingga kita terkadang bingung untuk menjawabnya. Dalam sebuah acara dukacita, seorang warga bertanya kepada saya dengan melihat situasi yang sedang terjadi di mana yang meninggal tersebut adalah orang yang sama sekali tidak pernah ke Gereja, dan warga tersebut bertanya akankah dia selamat? Dan saya menjawabnya “Ya” dia Selamat. Yang walaupun menurutnya hanyalah sebuah kata-kata penghiburan bagi keluarga yang berduka, namun bagi saya bahwa keselamatan itu adalah anugerah, sebagaimana Rasus Paulus nyatakan hal itu. Sebab saya yakini bahwa Allah terlebih dahulu telah mengampuni dosa-dosanya. Dia adalah Allah yang belas kasihanNya tidak terbatas dan menerima mereka dalam perkenananNya apabila seseorang bertobat.
Lewat ayat renungan ini dijelaskan bahwa Dia adalah Allah yang kuasaNya tidak dapat dilawan, dan yang sanggup menhadapi musuh-musuhNya, sebanyak apa pun, sekuat apa pun, dan setangguh apa pun mereka (Tuhan itu besar kuasa-Nya). Maka sungguh baik bila kita menjadikan-Nya kawan, dan celakalah bila menjadikan-Nya lawan. Lihatlah betapa kuasa Allah dikerahkan dan dibuktikan lewat berbagai kejadian di alam semesta, di mana kita senantiasa mendapati dampak-dampaknya yang terlihat mata dalam berbagai peristiwa alam yang biasa hingga kejadian yang mengejutkan kita. Dan di mana pun ada puting beliung dan badai, Allah lah yang memerintah, mengendalikannya, melintasinya, berjalan di dalamnya serta memakai semua itu untuk mencapai tujuan-tujuanNya sendiri. Di tengah segala kemurkaanNya, Allah selalu mengingat belas kasih-Nya, yang walaupun orang-orang telah menyakiti hati-Nya namun tetap memberikan perhatian terhadap keselamatan dan penghiburan. Artinya, ketika penghakiman-penghakiman Allah melanda bumi, memorak-porandakan semuanya, Dia akan menjadi tempat berlindung bagi orang-orang yang bernaung kepadaNya dengan iman, dan setia berbakti kepadaNya.
*Lagu:*
KJ 370:1-2 “Ku Mau Berjalan dengan Jurus’lamatku”
BE. 475:1-2 “Tuhan Jesus Siparmahan”
*Doa:*
Ajarlah kami ya Tuhan untuk senantiasa berkelakuan seturut dengan FirmanMu, sebab kami yakin bahwa Tuhan adalah Allah yang penuh kasih serta berkuasa sepenuhnya atas hidup kami. Amin.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.
Amin.
(VIP)




