Kebaktian Sektor GKPI Teguhkan Iman Jemaat, Hidup dalam Roh Jadi Sumber Damai Sejahtera

Kebaktian Sektor GKPI Teguhkan Iman Jemaat, Hidup dalam Roh Jadi Sumber Damai Sejahtera

RENUNGAN PA KEBAKTIAN SEKTOR GKPI JK IMMANUEL

Rabu, 26 Maret 2026

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Kebaktian sektor GKPI berlangsung dengan penuh hikmat dan sukacita, menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk serta memperdalam iman jemaat melalui firman Tuhan dan sesi pendalaman Alkitab.

Ibadah diawali dengan pembacaan liturgi tata ibadah oleh Inang Pnt. N. br Panggabean, yang menuntun jemaat memasuki persekutuan yang kudus. Suasana semakin hidup saat jemaat menaikkan pujian dari Buku Ende sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan.

Firman Tuhan yang dibacakan oleh amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th dari Roma 8:6-11. Dalam penyampaian firman, ditegaskan bahwa kehidupan manusia ditentukan oleh pilihan: hidup menurut daging yang berujung pada kematian, atau hidup menurut Roh yang membawa kehidupan dan damai sejahtera.

Pemahaman Dosa dan Keselamatan

Dalam khotbahnya, dijelaskan bahwa dosa masuk ke dunia melalui Adam, sehingga seluruh manusia berada dalam kondisi berdosa. Namun, melalui Yesus Kristus, manusia memperoleh jalan keselamatan.

“Ibarat sepuluh telur, satu yang busuk membuat semuanya tidak layak. Demikianlah dosa merusak seluruh manusia. Namun di dalam Kristus, manusia dipulihkan menjadi ciptaan baru,” ungkap amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th.

Ditekankan pula bahwa keselamatan bukan berasal dari usaha manusia, perbuatan baik, ataupun agama, melainkan semata-mata karena kasih karunia Tuhan melalui iman kepada Kristus.

Sesi Tanya Jawab Jemaat
Dalam sesi pendalaman Alkitab, jemaat diberi kesempatan untuk bertanya dan memahami firman Tuhan lebih dalam.

Salah satu pertanyaan datang dari Amang Pnt. A. Lubis tentang perbedaan Adam pertama dan Adam kedua. Dijelaskan bahwa Adam pertama membawa manusia jatuh dalam dosa, sedangkan Yesus datang membawa keselamatan dan hidup yang kekal.

Baca Juga :  Renungan hari ini: Menjadi Pribadi Yang Berintegritas

Pertanyaan lain dari C. Pnt. H. Pasaribu membahas hubungan iman dan perbuatan. Dijelaskan bahwa keselamatan bukan karena perbuatan baik, tetapi karena iman. Namun iman yang benar pasti terlihat melalui perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan Hidup dalam Pengampunan.
Dalam ibadah tersebut juga ditekankan pentingnya hidup saling mengampuni. Jemaat diingatkan bahwa orang yang telah menerima kasih Tuhan akan mampu mengampuni sesamanya.

Selain itu, disampaikan juga bahwa selama manusia masih mau bertobat, Tuhan selalu membuka pintu pengampunan.

Pergumulan yang Terjawab
Dalam sesi tanya jawab berlangsung, suasana menjadi semakin hidup, namun juga penuh perenungan.

Pertanyaan tentang dosa, keselamatan, iman, dan perbuatan bukan hanya sekadar diskusi, tetapi menjadi cermin bagi setiap hati.

Ketika dijelaskan bahwa keselamatan bukan karena perbuatan, banyak yang terdiam. Karena seringkali manusia merasa “cukup baik”, padahal hati masih jauh dari Tuhan.

Ketika dijelaskan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati, jemaat kembali tersentuh—apakah iman itu benar-benar hidup dalam keseharian?

Saat Belajar Mengampuni.
Satu bagian yang begitu menyentuh adalah ketika firman mengingatkan tentang pengampunan.

Betapa sering manusia menyimpan luka…
menahan amarah…
dan sulit melepaskan kesalahan orang lain.

Padahal Tuhan berkata, jika kita tidak mengampuni, kita pun tidak akan diampuni.

Di titik ini, banyak hati mulai berbicara dalam diam. Mengingat orang-orang yang belum dimaafkan. Mengingat luka yang belum diserahkan kepada Tuhan.

Ibadah ditutup dengan doa syafaat oleh amang Pnt. U. Marpaung. Dalam doa itu, bukan hanya kata-kata yang terucap, tetapi air mata yang tak terlihat oleh manusia, namun sangat nyata di hadapan Tuhan.
Hari ini Tuhan mengingatkan:
Kamu tidak harus sempurna untuk datang kepada-Ku…
tetapi datanglah, supaya Aku menyempurnakan hidupmu.
Malam itu, mungkin tidak semua orang menangis…
tetapi banyak hati yang diam-diam dipulihkan.
Karena pada akhirnya, kita sadar:
* Kita ini berdosa…
* Kita tidak mampu menyelamatkan diri…
* Tetapi Tuhan tetap mengasihi kita…
Kalau hari ini engkau masih bisa mendengar firman Tuhan…
itu berarti Tuhan BELUM menyerah atas hidupmu.
Tuhan Yesus mengasihi kita. Amin.

Baca Juga :  Kekuatan Doa

(VIP)