SIMALUNGUN, mediasumatera.id – Di era digital, Yaysan Pesantren Daarul Putra Madinah, Kabupaten Simalungun, berhasil mengintegrasikan teknologi untuk memperkuat Pendidikan Agama Islam. Pesantren ini menghadirkan inovasi berbasis teknologi telah berhasil dilaksanakan dari tanggal 07 – 10 Oktober 2024 di Jl. Pasar. IV Bahapal, L A R A S, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun. Program ini bertujuan memperkenalkan penggunaan teknologi interaktif secara bijaksana dalam mendukung perkembangan anak santri di Pesantren Daarul Putra Madinah, Kabupaten Simalungun.
Dalam workshop ini, bapak Bagus Setiyo, S.Kom selaku Pimpinan Yayasan Pesantren Daarul Putra Madinah, Kabupaten Simalungun yang beralamat Jl. Pasar. IV Bahapal, L A R A S, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun menegaskan pentingnya penguasaan teknologi bagi guru dan anak santri di era modern. “Teknologi informasi dapat memperkaya proses belajar mengajar. Guru dapat menggunakannya untuk memotivasi anak santri, sedangkan anak santri dapat belajar dengan cara yang lebih interaktif dan menarik,” ujar bapak Bagus Setiyo, S.Kom dalam sambutannya.
Bapak Bagus Setiyo, S.Kom, menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar yang telah memberikan kontribusi dalam meningkatkan keterampilan Pengaruh Teknologi Interaktif dan Memperkuat Pendidikan Agama Islam di Era Digital. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk menciptakan generasi yang lebih melek teknologi,” ujarnya.
Selama Workshop dilaksanakan juga dihadiri oleh bapak Andre Pranata, S.P dan Ibu Dita Apriliana, S.Pd, serta para anak-anak santri diperkenalkan pada cara memanfaatkan platform e-learning, dan media sosial untuk mengakses sumber-sumber Islam secara efektif. Materi yang disampaikan mencakup penggunaan teknologi secara bijak, sekaligus pemahaman tentang etika digital dalam dakwah. Kehadiran mahasiswa STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar memperkuat pengalaman belajar santri dengan memberikan wawasan tentang teknologi sebagai sarana untuk memperkaya pemahaman agama di era modern.
Program Workshop yang berlangsung diawali dengan seminar edukatif tentang Pendidikan Agama Islam di Era Digital. Anak-anak santri diajarkan cara memilih aplikasi edukatif yang mendukung perkembangan empati, kemampuan berinteraksi, dan pemahaman Teknologi Informasi dan Komunikasi. Keempat mahasiswa yang melaksanakan pengabdian kepada Masyarakat antara lain Siti Nurdiana Wijaya, Putri Aulia Harahap, Putri Ayu Ningsih, Novianty Khairani dan didukung oleh seorang Dosen Victor Asido Elyakim untuk memajukan Program Workshop Pengaruh Teknologi Interaktif dan Pendidikan Agama Islam di Era Digital..
Implementasi teknologi di Pesantren Daarul Putra Madinah ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan digital yang dapat menunjang masa depan mereka di masyarakat modern. Melalui pendekatan ini, pesantren berhasil mewujudkan lingkungan pendidikan yang Qur’ani, cendekia, dan mandiri, sekaligus menanamkan nilai-nilai Islam yang kuat dalam kehidupan santri di dunia digital.
Program pengabdian ini diharapkan dapat dilanjutkan dan diperluas ke lebih banyak Pesantren di wilayah lain, sehingga lebih banyak anak-anak Pesantren dapat mendapatkan manfaat dari pelatihan ini.


Workshop ini diharapkan akan menjadi langkah awal dari rangkaian kegiatan inovasi pendidikan Agama Islam di Pesantren Daarul Putra Madinah, Kabupaten Simalungun, dan dapat dilanjutkan ke tahap pengenalan informasi teknologi digital seiring dengan perkembangan teknologi. (VIP)







