“RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”
Rabu, 25 Februari 2026
PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai, sukacita, dan pengharapan dari-Nya menyertai langkah hidup kita hari ini. Kita percaya: kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan menyertai, menuntun, dan bekerja dalam setiap musim kehidupan kita. Bahkan ketika jalan terasa gelap, Tuhan sedang menyiapkan terang. Ketika kita lemah, Tuhan sedang menguatkan. Kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi dan diingat oleh Tuhan.
Bagaimana kabar Saudara/i hari ini? Kiranya Saudara/i berada dalam kesehatan jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.
“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (Yeremia 1:5)
Jika kita diperhadapkan dengan satu pertanyaan: “Apa panggilan hidupmu?” Jawaban umum adalah menjadi orang berguna bagi orang sekitar. Jawaban yang bagus tetapi seperti tidak menjawab pertanyaan tadi. Calling atau panggilan hidup adalah tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuk manusia jalani. Jika demikian apakah semua manusia memiliki panggilan hidup?
Yeremia memberikan teladan yang baik tentang bagaimana merespons panggilan Allah dengan ketaatan dan kesetiaan. Yeremia adalah putra Imam Hilkia, berasal dari salah satu kota imam di Anatot tanah Benyamin. Yeremia dipanggil untuk menjadi seorang nabi di Kerajaan Yehuda. Yeremia tercatat sebagai nabi yang hidup di pemerintahan 5 (lima) di kerajaan Yehuda.
Dalam Yeremia 1:5, kita melihat bahwa ia dipanggil sebagai nabi sejak dalam kandungan. Artinya, sebelum lahir di bumi Tuhan sudah memilih dan menetapkan Yeremia sebagai nabi. Tuhan menegaskan bahwa Ia telah merancangkan rancangan damai sejahtera bagi Yeremia, bukan rancangan kecelakaan. Rancangan damai sejahtera adalah rancangan khusus bagi keturunan orang percaya. Dalam bagian itu kita juga belajar bahwa kekudusan adalah syarat mengalami rancangan damai sejahtera. Tanpa kekudusan, manusia tidak dapat melihat atau mengalami Tuhan. Tidak sampai disitu, ada sebuah tindakan yang harus kita lakukan selanjutnya, yaitu berani melangkah. Berani melangkah dengan iman adalah syarat untuk melihat karya Tuhan. Dalam Yeremia 1:6-8, Yeremia menunjukkan keraguan dengan mengatakan bahwa ia tidak pandai bicara sebab ia masih muda. Tetapi perhatikan bagaimana Tuhan menjawabnya:”Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataanKu ke dalam mulutmu.” Yeremia tidak butuh kepandaian bicara karena Allah sendirilah yang akan menaruh perkataan-perkataan-Nya pada mulutnya.
Sesungguhnya Tuhan tahu ketakutan-ketakutan kita ketika mengerjakan panggilan-Nya, dan Ia juga menyediakan jalan keluar ketika kita menghadapi ketakutan. Lantas, bagaimana dengan kita, di mana posisi kita saat ini, mungkin dalam fase meragukan panggilan Allah atau mungkin sudah mendapatkan panggilan Allah namun masih takut untuk melangkah?
Sebagaimana Allah juga meneguhkan dan memperlengkapi Yeremia, maka Ia pun juga pasti akan memberikan kita keberanian untuk mengerjakan panggilan, sekaligus memberikan cara-cara untuk mengerjakan panggilan itu. Entah panggilan dalam studi, profesi, keluarga ataupun pelayanan yang Allah berikan, tugas kita adalah siap sedia dan taat kemudian melangkah dengan iman untuk melihat karya Allah yang besar dalam hidup dan pelayanan kita. Amin.
Renungan:
Apakah Tuhan telah menetapkan panggilan hidup kita sebelum kita lahir di dunia ini. Tuhan telah mengenal kita sebelum Dia membentuk kita. Genapilah panggilan itu dengan ketaatan dan kesetiaan.
Lagu:
KJ. No. 376:1,2
“Ikut DiKau Saja, Tuhan”
Doa:
Tuhan, ajarlah kami untuk setia dan taat pada panggilan-Mu. Serta bimbinglah kami agar dalam tugas dan panggilan hidup yang Tuhan berikan kepada kami nama Tuhan semakin dipermuliakan. Biarlah hendaknya dengan rasa syukur kami di hari yang baru ini kami semakin rendah hati melayani Tuhan dan semakin dimampukan karena anugerah-Mu. Amin.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.
Amin.
(VIP)





