Media Sumatera, Online. Palembang – Setelah menjalani persiapan dan pembinaan selama 6 bulan sejak Juli 2022 dan telah mengikuti materi pembelajaran, juga kegiatan Bible Camp di Sukomoro Banyuasin, Pasar malam Kitab Suci, Rekoleksi, dan pengakuan dosa. Sebanyak 118 peserta calon penerima sakramen krisma, pada Minggu,(4/12/2022) bertempat di Gereja Santo Yoseph Jalan jendral Sudirman 128 Palembang Sumsel diterimakan sakramen krisma oleh Mgr Yohanes Harun Yuwono Uskup Keuskupan Agung Palembang.

Jadwal ini mundur sekitar satu bulan yang seharusnya sudah dilaksanakan pada bulan November, namun karena padatnya jadwal Bapa Uskup. Ekaristi penerimaan dihadiri juga oleh pengurus Dewan Pastoral Paroki, ketua-ketua wilayah, lingkungan, orang tua peserta dan disiarkan live streaming melalui chanel you-tube Paroki Santo Yoseph Palembang

Pastor Silvester Joko Susanto pastor paroki Santo Yoseph Palembang dalam pengantarnya menjelaskan bahwa sakramen Krisma merupakan kelanjutan dari rangkaian Sakramen Baptis dan komuni pertama bagi umat Katolik. Sakramen baptis adalah inisisasi pertama dan pintu masuk ke dalam pintu rahmat, yaitu menandakan bahwa kita umat Katolik sah diterima menjadi anak-anak Allah dan semakin dewasa. Sakramen krisma dilakukan dengan penumpangan tangan dan pengurapan minyak yang berarti kita sebagai anak Allah mengikutsertakan roh kudus di dalam pilihan-pilihan hidup kita atau disebut dengan ‘diskresi.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr Yohanes harun Yuwono bersama pastor Silvester Joko Susant..Dalam homilinya Mgr Yuwono menyampaikan harapan kepada krismawan-krismawati bagaimana cara hidup yang berbahagia.berdampingan dan berjalan bersama. Bahagia adalah dimana kita hidup dipenuhi dengan roh Tuhan, tahu dan mau melakukan apa yang Tuhan mau kita kerjakan di hidup ini. Bahagia juga berarti keadaan di mana kita dikasihi oleh orang-orang yang tersayang di hidup kita, tetapi yang paling besar adalah dikasihi Tuhan. Seperti Tuhan telah memberikan yang terbaik untuk kita.

Maka sewajarnya kitapun memberikan yang terbaik pula untuk Tuhan. Bertobat, bermartabat mulia sehngga menjadi anak Allah. Dan pantas menyongsong kelahiran Tuhan dengan pertobatan.Dikasihi dengan KASIH membagikannya bagi saudara-saudara kita yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkir.
Suster Luisa, FSGM selaku koordinator penerimaan krisma didampingi Rudi Hasmin ketua bidang pewartaan DPP Santo Yoseph Palembang berharap agar setelah menerima sakramen krisma ini untuk dapat tetap teguh adalah dalam mengenali kelemahan diri sendiri, misalnya sering timbul rasa malas ke gereja, membanggakan dan mengharunkan nama baik keluarga, maka hilangkan kemalasan tersebut. Kita Semakin didewasakan dalam iman dan selanjutnya lebih peka terhadap keadaan lingkungan serta aktif mengereja Jika lebih mementingkan kesukaan kita, dan dilakukan terlalu sering maka tidak ada manfaatnya dan malahan membuat hal-hal yang lebih perlu kita kerjakan menjadi terbengkalai.







