Agama  

Renungan hari ini; Benih Yang Baik

Renungan hari ini; Benih Yang Baik

SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id – Mengawali hari yang baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan merupakan ciri orang yang: beriman, rendah hati dan bahagia. Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja tanpa melakukan perbuatan baik, meskipun itu kecil serta selalu memberikan perhatian yang besar terhadap hal-hal yang kecil. Ingat, kecil itu indah (small is beautiful).

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 13: 36 – 43, yakni Penjelasan perumpamaan tentang lalang di antara gandum. Hal ini dilakukan oleh Yesus atas permintaan para rasul-Nya. Tampaknya para rasul tidak memahami dengan baik arti perumpamaan tentang lalang di antara gandum. Maka, Yesus menjelaskan bahwa Orang yang menaburkan benih yang baik itu, ialah Anak Manusia. Ladang adalah dunia. Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan dan lalang adalah anak-anak di jahat. Sedangkan musuh yang menaburkan benih lalang ialah iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman. Dan para penuai ialah malaikat. Demikianlah di dalam diri kita tumbuh benih yang baik dan benih yang jahat. Tugas kita adalah melakukan discernment atau pembedaan atau ketajaman hati nurani, untuk memilah yang baik, benar, dan yang tidak baik, jahat, salah. Perbuatan atau hal baik, benar, positif, ditingkatkan, diperbanyak, sedangkan perbuatan atau hal yang tidak baik, jahat, salah dikurangi atau bila perlu dihilangkan atau disingkirkan atau dihindari. Dengan demikian, di dalam diri kita hanya bertumbuh benih yang baik, bertumbuh perbuatan atau hal yang baik, benar dan positif. Jika benih yang baik itu yang bertumbuh subur dan pada akhirnya menghasilkan buah yang: baik, kasih, maka pada akhir zaman kita akan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Dan sebaliknya, jika kita mengkerdilkan benih yang baik, benar dan positif, serta menumbuhkan benih yang tidak baik, jahat, sehingga menghasilkan buah dosa, maka kita akan masuk ke dalam kandang iblis alias neraka. Maka, mari kita tumbuhkan, rawat, benih yang baik yang ditaburkan oleh Yesus di dalam hati kita, serta matikan benih yang tidak baik, yang jahat, terkadang tumbuh bersama dengan benih yang baik. Maka, diperlukan discernment atau ketajaman dalam membedakan atau memilah hal atau perbuatan baik dan hal atau perbuatan yang tidak baik. Oleh karena itu, kita mohon Roh Kudus Allah, agar memampukan kita melakukan discernment yang baik. Semoga demikian 🙏🙏

Baca Juga :  Mgr. Virginio Bressanelli SCJ: Semoga Dia Beristirahat Dengan Tenang