mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Antara lapar dan haus, mana yang bisa Anda tahan? Ingat, air merupakan kebutuhan yang paling mendasar dan paling besar bagi tubuh kita, bila dibandingkan dengan zat lain. Demikianlah gambaran Yesus sebagai sumber Air Hidup. Pada hari ini kita memasuki hari Minggu Prapaskah III.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 4: 5 – 42, yakni percakapan dengan perempuan Samaria. Para saudaraku yang dikasihi Tuhan, Dalam bacaan Injil hari ini perempuan Samaria datang ke sumur Yakub dengan tempayan untuk menimba air. Namun setelah berjumpa dengan Yesus, ia meninggalkan tempayannya. Ia sendiri menjadi tempayan baru, menyalurkan Air Hidup melalui kesaksiannya, sehingga seluruh warga kotanya datang kepada Kristus. Hal ini, bagi kita jelas bahwa sebagai murid Yesus, kita pun dipanggil menjadi tempayan-tempayan hidup. Bukan sekadar menimba air dari sumber dunia yang membuat haus kembali, melainkan membagikan Air Hidup, yakni Yesus sendiri melalui kesaksian hidup yang baik, jujur, sabar, rendah HATI, dan penuh KASIH. Ingatlah filosofi air: ia mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah, memberi kehidupan di mana pun ia lewat. Demikianlah kita, bila rendah HATI, akan menjadi saluran BERKAT bagi dunia di sekitar kita.
*Pesan Untuk Kita*
Saudaraku, mungkin kita lelah membawa tempayan lama, beban, usaha, prestasi, atau topeng hidup. Hari ini Yesus berkata: “Tinggalkan tempayan itu. Mari minum dari sumber yang tak pernah kering.” Biarkan air itu mengalir melalui hidup kita, sehingga dunia yang haus akan KASIH dan KEBENARAN dapat merasakan Yesus melalui kita. Ingatlah, bahwa dalam memberi, kita akan menerima. Dalam mengalirkan, kita terus dipenuhi. Jadilah tempayan Air Hidup , bagi sesama. Semoga demikian!!!
*Pertanyaan refleksi*
1. Tempayan lama apa yang masih saya bawa dalam hidup beban, usaha, atau topeng yang perlu saya tinggalkan agar Yesus menjadi Sumber utama saya?
2. Apakah saya sudah menjadi tempayan hidup yang menyalurkan Air Hidup melalui kesaksian dan perilaku sehari-hari kepada orang di sekitar saya?
3. Bagaimana saya bisa lebih rendah HATI, seperti air yang mengalir ke tempat rendah, sehingga hidup saya benar-benar memberi kehidupan bagi dunia di sekitar saya?
*Selamat berefleksi..& Selamat berhari Minggu*🙏🙏
*Doa Singkat*
Tuhan Yesus, Sumber Air Hidup, kami datang kepada-Mu dengan segala tempayan lama kami beban, usaha, dan topeng hidup. Kami ingin meninggalkannya dan menerima air yang Engkau berikan, yang tidak pernah kering. Jadikanlah kami tempayan hidup yang rendah HATI, yang mengalirkan KASIH dan kebenaran-Mu kepada sesama melalui kesaksian hidup kami. Biarlah dalam memberi, kami menerima; dalam mengalirkan, kami terus dipenuhi oleh-Mu. Amin.




