Renungan hari ini: Domba Di Tengah Serigala

Renungan hari ini: Domba Di Tengah Serigala
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

mediasumatera.id – DAMAI SEJAHTERA bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apa tantangan Anda di saat ini? Apapun tentangan Anda, jangan khawatir dan percayalah Tuhan ada bersama Anda. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Timotius dan Titus, Uskup.

Renungan hari ini diilhami dari Injil Lukas 10: 1 – 9, yakni Yesus mengutus tujuh puluh murid. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengutus para murid-Nya berdua-dua, bukan sendirian. Ia tahu bahwa tugas pewartaan Injil bukanlah pekerjaan ringan, melainkan panggilan yang penuh tantangan. Dengan berdua-dua, para murid belajar berkolaborasi, saling menopang, dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri. Yesus berkata: “Sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala.” Gambaran ini terasa ganjil, mengapa domba, bukan singa atau beruang? Karena domba mencerminkan karakter Kerajaan Allah: rendah HATI, sederhana, bersahaja, bergantung sepenuhnya pada Gembala, dan membawa damai. Oleh karena itu, sikap kita sebagai domba yang diutus adalah:
_Pertama_ *Rendah HATI dan sederhana:* tidak membawa pundi-pundi, bekal, atau kasut. Artinya, tidak bersandar pada hal-hal duniawi. _Kedua_ *Fokus pada perutusan:* mewartakan damai, menyembuhkan, dan mengabarkan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. _Ketiga_: *Taat pada Sang Pengutus:* hanya dengan ketaatan, serigala dapat ditaklukkan. Dan dalam
konteks kita hari ini, kita pun diutus ke “padang serigala” modern, yakni:
Dunia kerja penuh kompetisi tak sehat; Media sosial yang dipenuhi kebencian; Lingkungan keluarga atau masyarakat yang kadang saling menjatuhkan. Di tengah realita seperti inilah, kita dipanggil dan diutus, bukan untuk menjadi lebih galak dari serigala, melainkan setia menjadi domba, untuk: membawa damai di tempat kerja; Menolak menyebarkan ajaran kebencian di media sosial; Menjadi pribadi yang peduli dan melayani di tengah sikap egois. Akhirnya,
justru dalam kelemahan dan kerentanan sebagai domba, kuasa dan penyertaan Gembala Agung nyata. Roh Kudus menyertai setiap langkah kita.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025

*Pertanyaan refleksi*

1. Dalam “padang serigala” kehidupan saya saat ini, di tempat kerja, keluarga, komunitas atau lingkungan sosial, bagaimana saya dapat tetap setia menjadi domba yang rendah HATI dan membawa damai?
2. Hal-hal duniawi apa yang sering menghambat saya untuk fokus pada tugas perutusan, dan bagaimana saya bisa belajar melepaskannya?
3. Sejauh mana saya sungguh percaya pada penyertaan Yesus sebagai Gembala Agung, sehingga berani melangkah meski berada di tengah tantangan yang tampak lebih kuat dari saya?
*Selamat berefleksi*🙏🙏

*Doa Singkat*

Tuhan Yesus,
Engkau mengutus kami seperti domba di tengah serigala. Ajarlah kami untuk rendah HATI, sederhana, dan setia pada perutusan-Mu.
Kuatkan kami dengan Roh Kudus-Mu agar tetap membawa damai,
meski dunia di sekitar penuh tantangan.
Kami percaya, bersama Engkau sebagai Gembala Agung,
kami tidak berjalan sendirian.
Amin.