mediasumatera.id – DAMAI SEJAHTERA, bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Semoga saya menjumpai Anda dalam keadaan sehat, damai dan bahagia lahir dan batin. Dalam hidup kita, barangkali kita tidak memiliki penyakit kusta secara fisik, tetapi mungkin kita mengidap penyakit kusta secara rohani atau spiritual.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 5: 12 – 16, yakni Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta. Barangkali kita tidak mengidap penyakit kusta secara fisik, tetapi mungkin kita memiliki penyakit kusta secara rohani atau spiritual, seperti malas berdoa, beribadat dan malas menghadiri perayaan ekaristi. Atau mungkin
ada “kusta” lainnya yang tidak terlihat dalam hidup kita. Bukan bercak di kulit, melainkan luka batin yang mengasingkan, rasa bersalah yang menggerogoti, atau kebiasaan buruk yang membuat kita merasa kotor dan tak layak. Sering kali kita berusaha menyembunyikannya, seolah-olah tidak ada seorang pun, bahkan Tuhan yang bisa memahami atau menyentuh bagian paling rapuh dalam diri kita. Namun Injil hari ini menampilkan sosok yang berani. Seorang yang sakit kusta, yang seharusnya menjauh, justru mendekati Yesus dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” sebuah doa yang sederhana yang memadukan kerendahan HATI, IMAN, dan PENYERAHAN diri. Ia datang dalam keadaan paling hina, namun dengan keberanian yang lahir dari iman, ia menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Yesus. Dan lihatlah respons Yesus: Ia menyentuh yang tak tersentuh. Ia berkata: “Aku mau.” Inilah kabar baik bagi kita: Yesus tidak jijik dengan “kusta-kusta” kita. Ia justru mau menyentuh, membersihkan, dan memulihkannya. Pertanyaannya bukan apakah Ia sanggup, melainkan: Maukah kita datang kepada-Nya dengan segala kekotoran kita, dan percaya bahwa kehendak-Nya adalah menyembuhkan? Percayalah hari ini Yesus masih berkata kepada kita: “Aku mau.”
Datanglah kepada-Nya. Ia sudah mengulurkan tangan-Nya. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)
Pertanyaan refleksi
1. Apa “kusta” rohani atau batin yang paling sering membuat saya merasa jauh dari Tuhan dan orang lain?
2. Beranikah saya datang kepada Yesus dengan segala kelemahan dan kekotoran saya, seperti orang kusta itu?
3. Bagaimana saya dapat merasakan dan merespons sentuhan pemulihan Yesus dalam hidup sehari-hari?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus yang penuh KASIH, kami datang kepada-Mu dengan segala kelemahan dan “kusta” dalam hidup kami. Sentuhlah HATI kami yang terluka, bersihkanlah rasa bersalah yang menggerogoti,
dan pulihkan lah kami dengan KASIH-Mu yang tak terbatas. Kami percaya, Engkau berkata: “Aku mau.” Maka, kami menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Mu,
agar hidup kami kembali dipenuhi damai dan sukacita. Amin.



