Renungan hari ini; Makin kecil Untuk Dia Yang Makin Besar

Renungan hari ini; Makin kecil Untuk Dia Yang Makin Besar

mediasumatera.id – DAMAI SEJAHTERA bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Di hadapan Tuhan kita bukanlah siapa-siapa. Setinggi apapun jabatan atau status kita atau sehebat apapun kita, di hadapan Tuhan kita tidak berarti apa-apa. Oleh karena itu, kita tidak perlu sombong, melainkan kita harus tetap rendah HATI, seperti yang diteladankan oleh Yohanes Pembaptis.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 3: 22 – 30, yakni kesaksian Yohanes tentang Yesus. Dalam bacaan Injil hari ini, Yohanes Pembaptis menunjukkan kerendahan HATI sejati. Ia sadar siapa dirinya: bukan Mesias, melainkan utusan yang menyiapkan jalan bagi-Nya. Ketika murid-muridnya cemas karena pelayanan Yesus semakin populer, Yohanes tidak merasa terancam. Baginya, itu bukan kekalahan, melainkan kemenangan. Ia tahu perannya hanyalah sahabat mempelai, dan sukacitanya penuh ketika Sang Mempelai, Yesus Kristus datang dan menjadi pusat perhatian. Dunia sering menawarkan hal yang berbeda: menjadi besar, mengejar pengakuan, jabatan, dan status. Namun Yohanes mengajarkan kepada kita seni rohani yang indah, yakni: sukacita sejati ditemukan ketika kita berani “mengecil”, agar Kristus semakin besar, semakin nyata, dan semakin dimuliakan. Pertanyaannya adalah
apa artinya “Makin kecil”?
Pertama Mengalihkan sorotan dari prestasi kita kepada kemurahan Tuhan. Kedua Bersukacita saat orang lain dipakai Tuhan, meski nama kita tidak disebut.Ketiga Merelakan ego surut, agar karakter Kristus semakin nyata melalui hidup kita.

Bagaimana dengan kita? Sebagai murid Yesus, kita harus belajar dari sikap kerendahan HATI Yohanes, dalam praktik kehidupan, sebagai berikut:
Pertama Di rumah: mengutamakan kebahagiaan keluarga lebih dari kepentingan diri. Kedua Di tempat kerja: memberi kesempatan orang lain bersinar. Ketiga Dalam pelayanan: mendukung dengan rendah HATI tanpa perlu diakui. Dengan demikian, ketika kita memilih untuk “mengecil” dengan sukacita, kita membuka ruang terluas bagi Kristus untuk “makin besar”. Di sanalah kita menemukan sukacita sejati, sembari berkata:
Ad Maiorem Dei Gloriam: Untuk Kemuliaan Allah yang Lebih Besar.

Baca Juga :  Waspadalah

Pertanyaan refleksi

1. Dalam bagian hidup saya yang mana saya masih lebih ingin “makin besar” daripada memberi ruang bagi Kristus untuk dimuliakan?
2. Bagaimana saya dapat belajar bersukacita ketika orang lain dipakai Tuhan, meski nama saya tidak disebut?
3. Apa langkah sederhana hari ini yang bisa saya lakukan untuk “mengecil”, agar karakter Kristus semakin nyata melalui hidup saya?
Selamat berefleksi..& selamat berakhir pekan🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk rela “makin kecil” agar Engkau makin besar dalam hidup kami. Tolong kami mengalihkan sorotan dari diri sendiri kepada kemurahan-Mu,
bersukacita saat orang lain dipakai oleh-Mu,
dan merelakan ego kami surut supaya karakter-Mu semakin nyata. Kiranya setiap langkah kami hari ini menjadi untuk kemuliaan-Mu semata.
Amin.