Renungan hari ini: Mata Melihat, Tetapi Hati Buta

Renungan hari ini: Mata Melihat, Tetapi Hati Buta

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Barangkali kita selalu rajin berdoa, beribadat dan berekaristi, mendengarkan firman Tuhan atau khotbah, tetapi apakah ada perubahan dalam cara hidup, cara sikap, cara bertutur kata dan cara bertindak kita? Jika tidak ada perubahan pada diri kita, itu berarti HATI kita buta.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 4: 24 – 30, yakni Yesus ditolak di Nazaret. Bacaan Injil hari ini, bagi kita merupakan sebuah introspeksi, sebab bisa jadi, kita selama ini rajin ke Gereja, Kapela, untuk berdoa, beribadat, dan merayakan ekaristi, namun hidup tetap sama, tidak ada perubahan. Mudah marah, emosional, suka menggosip, selalu menjelek-jelekkan orang, sulit mengampuni, kejujuran bisa ditawar, KASIH masih pilih-pilih. Jika itu yang terjadi, maka doa, Ibadat dan ekaristi hanyalah sebuah rutinitas, formalitas, kebiasaan tanpa makna. Jadi, mata melihat hosti, telinga mendengar firman, kotbah, mulut bernyanyi, mendaraskan mazmur, tetapi HATI tetap beku. Itulah kebutaan HATI. Itulah pula yang dialami oleh penduduk Nazaret. Mereka kagum pada Yesus, tetapi tidak percaya. Mereka ingin mujizat sesuai keinginan, bukan kebenaran yang menyingkap KASIH Allah bagi semua orang. Ketika HATI tertutup, kebenaran ditolak. Yesus pun “berjalan lewat… lalu pergi.” Ia tidak memaksa masuk ke HATI yang beku.
Pertanyaannya: apakah doa, ibadat, dan ekaristi sungguh mengubah cara kita berbicara, bersikap, bekerja, dan mengampuni? Jika tidak, mungkin kita sedang mengalami kebutaan HATI yang sama. Tuhan menanti, tetapi hanya tinggal di HATI yang mau terbuka.

Pesan Untuk Kita

Tuhan tidak terkesan oleh kerajinan lahiriah kita, tetapi oleh HATI yang rela diubah. Doa, ibadat, dan ekaristi tanpa perubahan hanyalah gema kosong; tanpa buah. Lebih berharga doa sederhana dari HATI yang terbuka, daripada pujian merdu dari HATI yang membatu.

Baca Juga :  *Tuhan Dapat Melihat Isi Hati & Pikiran Manusia*

Mata bisa melihat, telinga bisa mendengar, tetapi hanya HATI yang terbuka yang mampu merasakan kasih-Nya dan menghasilkan BUAH nyata dalam hidup sehari-hari.

Pertanyaan Refleksi

1. Apakah doa, ibadat dan ekaristi yang saya jalani sungguh mengubah cara saya berbicara dan bersikap?
2. Apakah doa, ibadat dan ekaristi, membuat saya lebih sabar, jujur, dan murah hati?
3. Apakah HATI saya sungguh terbuka untuk disentuh dan diubah oleh Tuhan?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, jangan biarkan aku puas dengan doa, ibadat dan ekaristi tanpa buah. Bukalah mata hatiku agar firman, doa, ibadat dan ekaristi sungguh mengubah hidupku. Tinggallah dalam diriku dan ubahlah hatiku yang beku menjadi HATI yang berbuah. Amin.