mediasumatera.id – DAMAI SEJAHTERA bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apa persembahan terbaik, yang Anda berikan kepada Tuhan dalam hidup ini? Pada hari ini Gereja Katolik sejagat merayakan Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 2: 22 – 40, yakni Yesus disunat dan diserahkan kepada Tuhan – Simeon dan Hana. Dalam bacaan Injil hari ini, di tengah kesunyian Bait Allah, tampak dua orang tua sederhana datang membawa seorang Bayi. Maria dan Yusuf hadir bukan untuk memamerkan Anak mereka, melainkan untuk mempersembah
kan-Nya kepada Allah sesuai hukum Taurat. Mereka membawa apa yang sanggup mereka berikan hanya sepasang burung tekukur, namun itulah yang terbaik dari mereka. Di tempat yang sama, Simeon dan Hana, yang telah menghabiskan sisa hidup dengan setia menanti janji Allah, mempersembahkan doa, pujian, dan kesetiaan mereka. Kisah ini mengingatkan kita bahwa: Allah telah lebih dahulu mempersembahkan yang terbaik bagi dunia, melalui Yesus Kristus, Putra-Nya sendiri. Maka, apa yang layak kita persembahkan kepada-Nya? Sebab, bukan sekadar persembahan, entah uang, waktu, atau talenta, sebab semua itu pada dasarnya sudah milik-Nya. Atau bukan pula persembahan asal-asalan, sisa tenaga, atau rutinitas tanpa HATI. Yang sungguh-sungguh dapat kita persembahkan hanyalah bawa seluruh diri kita sendiri, dengan segala kelemahan, kegagalan, dan dosa yang kita miliki. Mari kita datang kepada-Nya dengan HATI yang jujur. Serahkan seluruh hidup, termasuk bagian yang rapuh dan tidak sempurna. Biarlah Darah Kristus menyucikan, membentuk, dan menguduskan diri kita. Sebab, hanya hidup yang telah ditebus itulah, yang layak menjadi persembahan sejati, berkenan di hadapan Allah. Sama seperti Yesus dipersembahkan bagi kita, maka biarlah hidup kita pun, setelah disucikan, dipersembahkan kembali bagi kemuliaan-Nya. Inilah persembahan yang terbaik, yakni: diri kita sendiri, yang telah dipulihkan oleh KASIH karunia-Nya. “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Roma 12:1)
*Pesan untuk Hidup Masa Kini*
Di dunia yang serba cepat dan penuh tuntutan, kita sering tergoda memberi Tuhan hanya “sisa”,sisa waktu setelah sibuk bekerja, sisa tenaga setelah lelah beraktivitas, atau sisa perhatian setelah disibukkan oleh gawai dan media sosial. Namun Tuhan tidak mencari sisa; Ia rindu HATI yang utuh.
*INGATLAH*, bahwa persembahan terbaik bukanlah sesuatu yang besar atau spektakuler, melainkan HATI yang tulus, hidup yang diserahkan, dan kesetiaan yang nyata dalam keseharian. Saat kita bekerja dengan jujur, mengasihi dengan tulus, dan tetap setia dalam doa, ibadat dan ekaristi, itulah bentuk persembahan hidup yang berkenan kepada-Nya.
*Pertanyaan refleksi*
1. Dalam kesibukan sehari-hari, apakah saya sungguh mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan, atau justru hanya memberi “sisa” waktu dan tenaga saya?
2. Bagian hidup saya yang masih penuh kelemahan dan dosa, sudahkah saya serahkan sepenuhnya kepada Kristus untuk disucikan dan dipulihkan?
3. Setelah menerima kasih karunia Allah, bagaimana saya dapat menjadikan hidup saya sebagai persembahan yang nyata dan berkenan bagi-Nya dalam pekerjaan, keluarga, dan pelayanan?
*Selamat berefleksi*🙏🙏
*Doa Singkat*
Tuhan Yesus,
kami datang membawa hidup kami apa adanya.
Sucikan dan pulihkan kami dengan KASIH-Mu,
agar hidup ini menjadi persembahan yang berkenan bagi-Mu. Amin.




