mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Kristus Tuhan telah bangkit! Apakah kita juga sudah bangkit dari “kematian” manusia lama kita? Atau Yesus telah bangkit, dan kita masih hidup dalam zona nyaman manusia lama dan tidak mau bertobat dan berubah?
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 28: 8 – 15, yakni kebangkitan Yesus dan dusta Mahkamah Agama. Dalam bacaan Injil hari ini, saat pagi di Yerusalem menyimpan sebuah kisah yang luar biasa: kubur kosong, malaikat hadir, dan Yesus sendiri menampakkan diri. Para perempuan itu berlari, bukan dengan khotbah indah atau gelar teologis, melainkan dengan satu bekal: mereka telah berjumpa dengan Kristus yang bangkit.
Namun ada juga yang “pergi” ke arah lain, para penjaga makam yang menyebarkan dusta demi uang. Dua kelompok, dua arah, dua misi. Hari ini, perintah “Pergi dan wartakan” bergema di jalanan kota kita. Tetapi bagaimana mungkin kita berseru “Kristus telah bangkit!” jika hidup kita masih dikuasai amarah, kesombongan, atau kepahitan? Dunia lebih percaya pada hidup kita daripada kata-kata kita.
Mewartakan kebangkitan bukan hanya lewat mimbar, melainkan lewat senyum tulus, kerja jujur, ketekunan dalam kesulitan, dan KASIH yang bertahan meski dibenci. Injil paling kuat adalah hidup yang sudah bangkit dari kubur manusia lama kita. Atau saat kita pergi dan wartakan Kebangkitan Yesus, yang kita kenakan adalah manusia baru, manusia paskah kita. Oleh karena itu, sebelum kita pergi, kita harus lebih dulu berjumpa dengan Kristus dalam firman, doa, ibadat dan dalam ekaristi. Dari perjumpaan itu lahirlah sukacita yang meluap, bukan kewajiban yang membebani.
*Pesan Untuk Kita*
Para saudaraku, dunia tidak butuh suara lantang, melainkan saksi yang hidup. Sebagai murid Kristus yang telah bangkit, maka kita harus menjadi manusia Paskah: dengan cara hidup baru, sikap penuh KASIH, tutur kata yang membangun, tindakan yang jujur dan harus membawa damai. Biarlah hidup kita sendiri berbisik: Aku dulu “MATI”, tetapi sekarang aku HIDUP. Dan hidupku adalah suatu KESAKSIAN bahwa Yesus sungguh BANGKIT”
*Pertanyaan refleksi*
1. Apakah hidupku sehari-hari sudah mencerminkan sukacita kebangkitan, atau masih terikat pada “kubur” manusia lama seperti amarah, kesombongan, dan kepahitan?
2. Dalam hal apa aku bisa menjadi manusia Paskah—menunjukkan cara hidup, cara bersikap, cara bertutur kata, dan cara bertindak yang baru?
3. Bagaimana aku dapat mewartakan kebangkitan Kristus bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan kesaksian nyata melalui sikap dan tindakan sederhana di lingkungan sekitarku?
*Selamat berefleksi*🙏🙏
*Doa Singkat*
Tuhan Yesus yang bangkit, terima kasih karena Engkau telah mematahkan kuasa maut dan memberi kami hidup baru. Jadikan kami murid-murid-Mu yang sungguh manusia Paskah, yang hidup dengan KASIH, bersikap penuh damai, bertutur kata yang membangun, dan bertindak jujur.
Biarlah melalui hidup kami, dunia melihat bukti nyata bahwa Engkau benar-benar bangkit. Amin.




