Kamis, 13 Juni 2024
Agama  

Tablo Penyaliban Yesus bersama OMK Gereja Santo Yoseph Palembang

Tablo Penyaliban Yesus bersama OMK Gereja Santo Yoseph Palembang

Palembang, mediasumatera.id – Perayaan Jumat Agung bagi umat Katolik di Gereja Santo Yoseph Jln Jendral Sudirman 128 Palembang tampak begitu khidmatnya,(7/4). Jumat Agung adalah hari besar bagi umat Kristiani dan merupakan hari Jumat sebelum minggu Paskah, Hari peringatan penyaliban Yesus Kristus dan wafatnya di Golgota. Perayaan Jumat Agung ini diawali dengan melaksanakan Tablo Jalan Salib oleh orang Muda Katolik yang dimulai pukul 09.00 Wib. Pertunjukan tablo dikemas dalam bentuk theater, Yang menceritakan perjalanan Yesus menuju peristiwa penyaliban. Tablo Jalan Salib itu sendiri dibagi ke dalam 14 perhentian. Mulai dari Yesus dijatuhi hukuman mati dan diadili, hingga pemakaman Yesus. Tiap perhentian tersebut masing-masing memiliki pesan dan amanat tersendiri.

Tablo Penyaliban Yesus bersama OMK Gereja Santo Yoseph Palembang

Sebelum perayaan Jumat Agung, ratusan umat Katolik terlebih dahulu merayakan Kamis Putih pada Kamis (6/4). Dan keesokan harinya (Jumat) dilanjutkan dengan jalan salib (tablo). Yohanes Agung Pr, Pastor Gereja Santo Yoseph Palembang kepada awak media ini mengatakan, tablo atau disebut jalan salib ini diperankankan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Yoseph Palembang yang dikoordinatori oleh mas Dwi Wantoro. Dalam peran tablo itu mengisahkan bagaimana perjalanan hidup Yesus Kristus dahulu saat diadili dan dihukum mati sembari disiksa oleh prajurit-prajurit Romawi. Bahkan, hingga Yesus wafat disalib yang sebelumnya dipikul oleh-Nya.Tentu, ini diharapkan ke depannya dapat lebih menggugah keimanan umat kepada Tuhan Yesus Kristus. Hal ini diwujudkan dengan pelayanan serta rela berkorban antar sesama umat. “Ini menjadi kesempatan bagi umat Kristiani untuk merenungkan penderitaan Yesus Kristus untuk menebus dosa kita manusia”, ujarnya.

Tablo Penyaliban Yesus bersama OMK Gereja Santo Yoseph Palembang
Sementara itu, salah satu pemain dalam Tablo Galih yang berperan sebagai Yesus, menuturkan bahwa dirinya harus melewati lebih sebulah lamanya untuk dapat belajar memerankan sosok Yesus Kristus.“Berat sekali tantangannya. Mulai dari dicambuk sampai disalib, tantangannya luar biasa,” ujar Galih. Dirinya pun mengaku senang telah diberikan kesempatan untuk memerankan sosok Yesus Kristus. “Hal ini pun tak jarang membuat umat yang menyaksikan kisah bagaimana Yesus menebus dan menyelamatkan manusia dulu. Meski sejatinya tak bersalah dan rela dengan sengsaranya di kayu salib,” sambungnya..

Baca Juga :  Pejabat BIN Kepri Bambang Panji Cabut Laporan Terhadap Romo Paschal

Tablo Penyaliban Yesus bersama OMK Gereja Santo Yoseph Palembang
Lebih lanjut Pastor Yohanes Agung, berharap agar meelalui Tablo ini semakin membuat umat kristiani sadar bahwa Pengorbanan Yesus di Salibkan bukan hanya sekedar Jalan Salib, melainkan untuk menebus dosa kita manusia. Tentu, lebih jauh dikatakannya, dengan begitu besarnya pengorbanan Yesus maka, memang umat ke depannya dapat semakin teguh dan sadar serta dapat mengikuti teladan keselamatan Yesus Kristus.

Tablo Penyaliban Yesus bersama OMK Gereja Santo Yoseph PalembangDi mana rela mempertaruhkan nyawa demi menebus dosa-dosa manusia. “Jika dirunut pada sejarah dahulu di zaman Yesus. Hukuman salib merupakan hukuman bagi penjahat yang besar. Dan Yesus sejatinya tanpa memiliki kesalahan, namun Yesus dalam hal ini mau menebus dosa-dosa manusia,” jelasnya.

Tablo Penyaliban Yesus bersama OMK Gereja Santo Yoseph Palembang

Untuk diketahui, pasca melaksanaan tablo jalan salib. Ratusan umat Katolik kembali pada sore harinya melanjutkan ibadah Jumat Agung dengan mencium salib pada pukul 15.00 wib dan 18.00 wib. Dan bagi umat Katolik, Jumat Agung ini merupakan puncaknya. Tak lain, ini dikarenakan pada ibadah itu bagaimana umat dikenang kembali tentang bagaimana Tuhan Yesus Kristus dulu. “Acara ibadah Jumat Agung terdiri sabda Tuhan Yesus Kristus, penyembahan salib dan penerimaan komuni kudus”. Terang Pastor Joko Susanto. Adapun, untuk harapan di Jumat Agung ini. Pastor Silvester Joko Susanto mengharapkan bahwa umat Katolik semakin tumbuh solidaritas dalam diri umat sendiri. Dan ini diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di kalangan masyarakat. “Termasuk, tauladan Yesus Kristus ini pun harapannya dapat menjadi acuan umat juga,” jelasnya.