Yesus Meletakkan tangan-Nya

Yesus Meletakkan tangan-Nya

SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id – para saudaraku ytk. Apa kabar para saudaraku di hari yang baru ini? Saya berharap para saudaraku dalam keadaan sehat dan bahagia. Oleh karena itu, janganlah lupa untuk bersyukur kepada Tuhan.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 8: 22 – 26, yakni Yesus menyembuhkan seorang buta di Betsaida. Orang buta ini tidak datang sendirian, melainkan dia diantar oleh orang lain. Saat bertemu Yesus, mereka memohon, agar Ia menjamah orang buta itu. Yesus lalu memegang tangan orang buta itu, dan membawa dia ke luar kampung. Yang menarik adalah Yesus menuntun orang buta itu ke luar kampung. Ke luar kampung bisa bermakna meninggalkan dan menanggalkan manusia lama. Proses pembaharuan menjadi manusia baru melalui penyembuhannya pun dengan cara yang unik, yakni dengan meludahi mata si buta dan meletakkan tangan-Nya di atas si buta. Penyembuhan itu pun tidak sekali jadi. Sebab, Yesus ingin agar si buta mengalami proses. Dalam hal ini iman si buta harus mengalami proses pertumbuhan. Pada akhirnya, dari penglihatan yang samar-samar menjadi penglihatan yang sangat jelas. Dengan demikian, orang buta itu, tidak hanya mata indrawi yang sembuh, melainkan juga mata hati, dan mata imannya.

Bagaimana dengan kita? Kita pun barangkali tidak mengalami kebutaan mata indrawi, melainkan mengalami kebutaan mata spiritual atau mata rohani. Oleh karena itu, baiklah kita dengan rendah hati memohon kepada Yesus, agar Ia menjamah dan memegang tangan kita untuk menuntun kita ke luar dari zona kenyamanan kita, ke luar dari zona keegoisan atau dari hanya mementingkan diri kita sendiri. Semoga Yesus meludahi mata spiritual atau rohani yang membuat kita buta terhadap kebaikan Tuhan, kebaikan sesama serta buta terhadap orang di sekitar kita. Kita juga mohon agar Yesus meletakkan tangan-Nya atas diri kita, sehingga mata spiritual atau mata rohani kita dapat melihat dengan jelas, kebaikan Tuhan dan sesama. Mudah-mudahan.

Baca Juga :  Menghadirkan Kerajaan Allah Di Tengah-tengah Dunia