DAMAI BAGIMU, mediasumatera.id – para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Adakah para saudaraku dalam keadaan damai sehat dan bahagia di hari ini? Saya berharap demikian! Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Tuhan Sang Sumber Hidup.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 10: 1 – 7, yakni Yesus memanggil kedua belas rasul. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus memanggil kedua belas rasul bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah tugas perutusan. Yesus memanggil kedua belas murid secara pribadi, menyebut nama mereka satu per satu, lalu mengutus mereka dengan misi yang jelas, yakni: pergi kepada domba-domba yang hilang dan memberitakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat. Yang perlu dipahami bahwa pemanggilan ini bersifat personal, namun perutusannya bersifat misi. Yesus tidak hanya memanggil untuk mendekat atau tinggal bersama-Nya, tetapi juga untuk pergi membawa terang-Nya. Ia memberi kuasa, bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk melayani dan menyembuhkan.
Jadi, dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat dua tindakan Yesus yang penuh makna, yakni: memanggil dan mengutus. Yesus memanggil murid-murid-Nya orang biasa dengan kelemahan dan keterbatasan, lalu memberi mereka kuasa untuk melanjutkan karya misi-Nya. Ini menunjukkan bahwa panggilan Tuhan bukan untuk orang yang “sempurna”, tetapi untuk orang yang rela & bersedia dipakai oleh-Nya. Ketika Yesus mengutus mereka, Ia memberi tujuan yang jelas: “Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”. Ini mengingatkan kita bahwa MISI kita sebagai pengikut Kristus adalah membawa KABAR BAIK kepada yang “hilang”, dimulai dari lingkungan terdekat, keluarga, komunitas dan tempat kerja.
Refleksi
1. Yesus juga memanggil setiap kita: Seperti murid-murid, kita dipanggil bukan karena kita hebat, kudus, saleh, suci, tetapi karena KASIH karunia Tuhan.
2. Kita diutus dengan kuasa: Yesus memberi kuasa kepada murid-murid-Nya. Kita pun diutus, untuk mewartakan Kerajaan Surga, melalui misi atau tugas, profesi, pekerjaan atau peran kita masing-masing. Kita pun diutus dengan otoritas dari-Nya, bukan karena kekuatan kita sendiri.
3. Fokus pada misi: Kabarkan Kerajaan Surga, baik melalui perkataan, tindakan, atau hidup yang penuh kasih.
4. Kita semua dipanggil oleh Yesus, bukan hanya untuk menjadi pengikut, tetapi juga utusan-Nya di dunia.Tugas kita adalah menjangkau mereka yang “hilang”, yang tersesat, terluka, atau jauh dari kasih Allah.
5. Kita tidak diutus sendirian. Kuasa dan otoritas dari Yesus menyertai kita, memberi keberanian dan kemampuan untuk menjalankan misi-Nya. Namun, ingatlah: kita hanyalah seorang utusan.
Selamat berefleksi🙏🙏



