mediasumatera.id – Perayaan Ekaristi serah terima jabatan Pastor Paroki Santo Paulus Plaju diadakan pada Minggu (19/2/2023) lalu, pukul 08.00 pagi. Pastor Paroki sebelumnya, RD Simon Margono akan mendapat tugas baru sebagai Pastor Paroki Santo Stefanus Talang Betutu, sedangkan RD Aloysius Bernulfus Syukur akan menggantikan Romo Simon. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD Emanuel Belo Sede, selaku ekonom Keuskupan Agung Palembang, mewakili Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Dalam perayaan ini, hadir pula para umat dari Stasi Pal 11 dan Pal 16.
Dalam sambutannya, Romo Simon mengaku bahwa beliau sempat memohon pada Bapa Uskup untuk dipindahkan ke Paroki Santo Paulus Plaju. Di tahun 2017, Romo Simon sempat sakit ketika masih berkarya di Paroki Katedral Santa Maria. Lalu di tahun 2018, beliau diberi kesempatan untuk istirahat setahun.


“Karena kesehatan saya membaik, saya ditugaskan kembali oleh bapa uskup. Saya minta dipilihkan paroki yang paling kecil di keuskupan dan dekat dengan rumah sakit karena saya imam yang ‘berkebutuhan khusus’. Lalu dikabulkan,” kenangnya.
Maka Romo Simon sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk berkarya bersama umat Paroki Santo Paulus selama 4 tahun terakhir.
“Terima kasih pada seluruh umat atas perhatian, kasih, dan doanya untuk saya. Dengan doa dan dukungan umat, iman saya semakin berkembang. Secara fisik pun saya ‘berkembang’. Saya tetap mohon doa dan dukungannya, agar saya diberi kesehatan untuk bisa melayani umat,” tutup Romo Simon.


RD Aloysius Bernulfus Syukur atau yang akrab dipanggil Romo Louis, sebelumnya bertugas di Paroki Santa Maria Asumpta BK 9, Mojosari. Imam kelahiran Ruteng ini telah 11 tahun menjadi imam diosesan Keuskupan Agung Palembang. Beliau mengaku sebelumnya banyak berkarya di Dekanat 2 dan Dekanat 3. Sehingga di kesempatan kali ini, Romo Louis bersyukur karena bisa mengenal umat di Dekanat 1 lebih dekat, khususnya di Paroki Santo Paulus.
“Terima kasih Romo Simon yang sudah 4 tahun berada dengan umat di Santo Paulus. Kalau Romo Simon minta paroki yang dekat dengan rumah sakit, saya tidak. Namun ini kesempatan baik untuk membagikan berkat yang saya terima dari Tuhan dan menjadi berkat bagi umat sekalian,” katanya.
Mewakili seluruh umat Paroki Santo Paulus, Melkiyor mengucapkan terima kasih dan syukur atas penyertaan Romo Simon selama 4 tahun. Tentu banyak suka dan duka yang dirasa, namun dengan kehadiran Romo Simon sebagai gembala, para umat tetap semangat.

“Kami salut pada Romo Simon karena gereja ini bisa cantik seperti ini karena beliau. Doa kami menyertai romo di tempat perutusan yang baru. Selamat datang Romo Louis, selamat bergabung di Paroki Santo Paulus.”
Meski dianggap sebagai paroki kecil, Paroki Santo Paulus menjadi paroki yang istimewa bagi Romo Eman. Di tahun 1985, di sinilah beliau menginjakkan kaki pertama kali sebelum ditempatkan di Pasang Surut. Mewakili Bapa Uskup, Romo Eman berterima kasih pada umat Paroki Santo Paulus karena dengan kerelaan menerima Romo Simon dan bekerja sama dalam berbagai hal untuk perkembangan gereja.
“Terima kasih Romo Simon yang kini jauh lebih sehat dan lebih makmur. Semoga Romo Simon tetap sehat agar bisa melayani umat di tempat yang baru,” harap Romo Eman.
“Romo Louis adalah anak muda yang kita harapkan dapat bekerja sama dengan umat untuk membangun paroki yang hidup dan mandiri. Selamat datang Romo Louis. Paroki ini bukan paroki kecil, tapi paroki ini adalah paroki yang istimewa. Semoga ke depannya bisa berkembang sesuai dengan ardas yang telah ditetapkan uskup,” Romo Eman sebelum menutup perayaan ekaristi.
Usai misa kudus, seluruh umat diundang untuk menikmati acara syukur di halaman gereja. Beberapa perwakilan umat juga memberikan kenang-kenangan untuk Romo Simon.







