Palembang, mediasumatera.id – “Tidak ada alasan bagi saya untuk mengatakan tidak. Karena saya pernah dibimbing dan dididik di tempat ini selama empat tahun. Maka saya menerima tugas ini dengan penuh gembira dan sukacita,” ucap Romo Titus Waris Widodo SCJ dalam sambutannya, usai perayaan Ekaristi Serah Terima Jabatan Rektor Seminari Menengah Santo Paulus Palembang.

Acara tersebut berlangsung di Kapel Seminari pada Rabu, 04/01 2023 pukul 17.00 WIB. Dihadapan Mgr. Yohanes Harus Yuwono, sebagai selebran utama, Romo Titus mengikrarkan janjinya, untuk setia melaksanakan tugas yang diberikan.
Acara Sertijab ini mengusung tema “Allah Yang Memberi Pertumbuhan” dimana Romo Titus ingin menegaskan bahwa peran utama dalam panggilan adalah Allah sendiri.

“Panggilan berasal dari Allah, namun Allah melibatkan banyak orang. Begitu juga dengan seminari. Seminari tempat untuk menumbuhkan panggilan. Namun Allah yang memberi pertumbuhan. Dan kita adalah rekan-rekan pekerja Allah yang menanam, memupuk, dan menyiram panggilan itu,” jelas Romo Titus.
Ia siap melanjutkan tugas-tugas yang sebelumnya diemban oleh Rektor lama yaitu Romo Petrus Sugiarto SCJ yang menjabat kurang lebih 13 tahun.

“Romo Sugiarto sudah meletakkan dasar-dasar formatio yang baru yang berkembang di seminari ini. Sehingga siapa saja yang dilantik tinggal bersiap untuk melanjutkan saja,” ucap Rm. Titus.
Dengan motto: we can do more, we can do better Romo Titus mengajak para seminaris untuk berjalan bersama. Bertumbuh dan berkembang bersama.
“Kalau dengan Tuhan, selalu ada hal yang bisa kita kerjakan lebih banyak dan lebih baik lagi,” pungkasnya.
Romo Petrus Sugiarto SCJ pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan tugas dan mempercayakan beliau untuk berkarya di seminari.

“Banyak hal yang saya alami, yang tidak terlepas dari dukungan beberapa pihak, terutama para seminaris. Tanpa kalian, rektor tidak ada apa-apanya. Jika kalian semangat menjalani tugas panggilan, itu membahagiakan saya. Begitu juga sebaliknya,” ucap pria yang akrab disapa Rm Sugi ini.
Ia juga meminta dukungan dan doa untuk karya selanjutnya, yaitu menjalankan tugas sebagai rektor Skolastikat SCJ.
Pada kesempatan yang sama Romo Haryanto SCJ, yang juga merupakan salah satu formator seminari pamit untuk melanjutkan tugas di tempat yang baru.

“Terima kasih kepada para seminaris yang hampir setiap hari bertemu dengan saya. Suka atau tidak suka. Saya mohon doa untuk pelayanan di tempat selanjutnya. Semoga kita tetap menjadi sahabat peziarah di tempat kita masing-masing,” ucap Rm. Hari.
Sementara Mgr. Yohanes Harus Yuwono mengatakan, bahwa paroki boleh tutup tetapi seminari tidak boleh tutup. Sebab seminari adalah jantungnya gereja. Ia juga mengharapkan dengan menyongsong perayaan ulang tahun seminari yang akan berusia 75 tahun semakin banyak siswa-siswa yang mendaftar masuk seminari.

“Para seminaris akan menggantikan posisi kami untuk melanjutkan tugas-tugas kerasulan. Kita berharap kedepannya lebih banyak calon-calon seminaris,” harap Mgr. Yu.
Para seminaris tak hanya bersedih karena akan berpisah dengan dua formator, tetapi juga bahagia menyambut rektor baru dan dua formator lainnya yang berkarya di seminari, yaitu Romo Susilo SCJ dan Romo Ongko Pr.







