Renungan hari ini: Mencari Yesus Dengan Motivasi Yang Benar

Renungan hari ini: Mencari Yesus Dengan Motivasi Yang Benar
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apa motivasi Anda dalam mencari Yesus melalui doa, ibadat dan ekaristi? Apakah karena kewajiban, aturan, atau karena terdesak oleh keadaan: sakit, ada masalah, dllnya atau ada intensi khusus hanya mau minta berkat Yesus saja? Atau karena kebutuhan untuk memperoleh makanan rohani sebagai bekal untuk kehidupan kekal?

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 6: 22 – 29, yakni orang banyak mencari Yesus dan Roti hidup. Dalam bacaan Injil hari ini, setelah mujizat roti, orang banyak mencari Yesus dengan penuh semangat. Namun Yesus menyingkap isi HATI mereka: “Kamu mencari Aku bukan karena melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti dan kenyang.” Motivasi mereka telanjang: bukan rindu akan kebenaran, melainkan lapar akan BERKAT. Yesus dipandang sebagai mesin mujizat, bukan Raja kehidupan. Bukankah kita juga sering kali sama seperti itu? Berdoa, ibadat dan ekaristi hanya saat butuh saja, dan datang ke Gereja, Kapela, hanya untuk menagih janji. Jadi , kita mencari tangan-Nya, dan bukan wajah-Nya. Yesus menegur: “Jangan bekerja untuk makanan yang akan binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai hidup kekal.”
Makanan sejati adalah percaya kepada Dia yang diutus Allah. Bukan ritual transaksional, bukan kerja keras demi BERKAT, melainkan menjadikan Yesus sebagai TUJUAN, dan bukan sebagai MESIN atau ALAT mukjizat Firman-Nya jelas: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”… (Matius 6: 33). Urutannya: Tuhan dulu, BERKAT menyusul.

*Pesan Untuk Kita*

Para saudaraku, jangan jadikan Yesus sekadar jalan menuju BERKAT. Biarlah Dia sendiri menjadi TUJUAN. Roti dunia akan basi, tetapi siapa yang mencari Yesus dengan HATI yang benar akan dipuaskan oleh HIDUP kekal. Dan lebih dari itu, diri kita sendiri akan diubah menjadi ROTI bagi dunia, saluran BERKAT yang mengalir dari hadirat-Nya. Cari Dia karena Dia layak dicari. Maka BERKAT bukan lagi tuntutan, melainkan KARUNIA.

Baca Juga :  Renungan hari ini: Pagi-Pagi Buta, Ketika Hari Masih Gelap

*Pertanyaan refleksi*

1. Apakah motivasi utama saya dalam mencari Yesus, apakah sungguh rindu akan Dia, atau sekadar berharap berkat-Nya?
2. Jika Yesus tidak memberi apa pun selain diri-Nya, apakah saya tetap setia mencari dan mengikut Dia?
3. Bagaimana saya dapat mengalihkan fokus doa, ibadat dan ekaristi, serta hidup saya dari mengejar BERKAT menuju membangun hubungan yang lebih dalam dengan Kristus?

*Selamat berefleksi*🙏🙏

*Doa Singkat*

Tuhan Yesus,
ampuni aku bila sering mencari-Mu hanya demi BERKAT. Ajarlah aku untuk rindu akan Engkau lebih dari segala yang fana. Jadikan Engkau tujuan hidupku, bukan sekadar jalan menuju BERKAT. Penuhi aku dengan IMAN yang teguh, agar dalam Engkau aku menemukan HIDUP yang kekal. Amin.