mediasumatera.id – DAMAI SEJAHTERA bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Adakah Anda bangun pagi-pagi setiap hari, lalu mengawali harimu dengan doa, ibadat dan ekaristi sebagai tanda syukur kepada Tuhan?
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 1: 29 – 39, yakni Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus, Sang Guru sejati, memberi suatu teladan yang begitu indah: pagi-pagi buta, ketika hari masih gelap, Ia bangun, menyingkir ke tempat sunyi, dan berdoa. Sepanjang hari Ia melayani orang banyak, menyembuhkan, memberkati, dan mengajar. Namun pelayanan yang melelahkan tidak pernah membuat-Nya kehilangan arah atau kekuatan. Rahasianya sederhana: seluruh hidup-Nya bernapaskan doa. Bahwa sebelum Ia memberkati orang banyak, Yesus sebagai manusia, terlebih dahulu menerima berkat dari Bapa-Nya. Kesetiaan dan ketekunan dalam doa menjadi sumber kekuatan-Nya. Di tengah kegelapan, Ia menemukan TERANG. Di tengah kesunyian, Ia mendengar suara Bapa dengan jernih. Ketika murid-murid-Nya berkata, “Semua orang mencari Engkau!”, Yesus tidak terjebak dalam popularitas atau tuntutan massa. Dari keheningan doa, Ia mengambil keputusan yang jernih: “Marilah kita pergi ke tempat lain…” sebuah arah baru yang lahir dari persekutuan dengan Bapa.
Pelajaran bagi kita
Pertama Hari masih gelap bisa berarti HATI yang lelah, pikiran yang bingung, jiwa yang kering, atau hidup yang terasa hampa. Kedua
Justru di saat seperti itulah, Yesus mengajak kita untuk bangun pagi-pagi buta secara rohani: mencari tempat yang sunyi, berdoa, dan mendengarkan suara Bapa . Ketiga Doa bukan pelarian, melainkan sumber arah. Doa bukan sekadar ritual, melainkan ruang untuk mengingat kita bahwa kita bukan mesin pelayanan, melainkan anak-anak yang perlu mendengarkan Bapa.
Aplikasi bagi hidup kita. Sebelum kita melangkah ke “kota lain” panggilan kita, sebelum menjawab “jeritan” kebutuhan orang banyak, kita perlu terlebih dahulu menerima BERKAT dari Tuhan, sebelum kita memberkati hidup sesama melalui tugas pelayanan kita. Ingatlah, dari doa lahir kekuatan baru, dari keheningan lahir keputusan yang benar. Mungkin pagi hari ini “hari masih gelap” bagimu. Tetapi ikutilah teladan Yesus: carilah tempat sunyi, dengarkan suara Bapa. Karena dari sanalah terbit fajar kekuatan baru, dan dari situlah MISI sejati kita dimulai.
Pertanyaan refleksi:
1. Bagaimana kebiasaan doa Yesus di pagi-pagi buta menantang saya untuk menata kembali disiplin rohani pribadi?
2. Apakah saya lebih sering mencari kekuatan dari kesibukan pelayanan atau dari keheningan bersama Bapa?
3. Dalam “hari yang masih gelap” dalam hidup saya, apakah saya mau menyingkir ke tempat sunyi untuk mendengar suara Tuhan sebelum melangkah?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan, pada pagi-pagi buta ketika hari masih gelap, Engkau mencari Bapa dalam doa.
Ajarlah kami juga setia mencari-Mu lebih dahulu, agar hidup kami dikuatkan dan menjadi berkat bagi sesama.
Amin.





