PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Suasana penuh hikmat dan sukacita mewarnai Ibadah Minggu Invokavit di GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, Minggu, 22 Februari 2026. Meski proses renovasi rumah Tuhan masih berlangsung, semangat jemaat untuk beribadah tidak pernah surut. Di tengah bangunan yang sedang diperbarui, umat hadir dengan hati yang rindu memuji dan memuliakan nama Tuhan. Bangunan mungkin belum selesai diperbarui, namun pada hari Minggu Invokavit Tuhan sedang mengerjakan renovasi yang jauh lebih indah: memperbarui hati umat-Nya.
Minggu Invokavit, yang berarti “Berserulah kepada-Ku”, menjadi momentum bagi jemaat untuk datang dengan segala pergumulan. Ada yang membawa beban keluarga, ada yang bergumul dengan kesehatan, ada yang diam-diam menyimpan air mata karena tekanan hidup. Namun mereka datang. Mereka duduk. Mereka bernyanyi. Mereka berdoa.
Ibadah diawali dengan nyanyian Kidung Jemaat yang dilantunkan seluruh jemaat dengan penuh penghayatan. Dentingan organ yang dimainkan dengan sukacita oleh Inang S. br. Siregar menghadirkan suasana teduh dan membawa jemaat masuk lebih dalam ke hadirat Tuhan. Liturgi dipimpin oleh Inang Pnt. R. br. Lubis, yang dengan tenang menuntun jalannya ibadah, dilanjutkan pembacaan epistel dari Injil Matius 4:1–11 tentang pencobaan Tuhan Yesus di padang gurun.
Khotbah Minggu Invokavit disampaikan oleh Andres Siringoringo, S.Th, dengan tema: “Tuhan Dekat Tatkala Aku Memanggil” berdasarkan Ratapan 3:49–57. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa Minggu Invokavit, yang berarti “Berserulah kepada-Ku”, mengajak setiap jemaat untuk datang kepada Tuhan dengan hati yang terbuka, khususnya di tengah pergumulan hidup.
Mengutip Ratapan 3:57, “Engkau dekat pada waktu aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!”, pengkhotbah mengingatkan bahwa air mata dan pergumulan bukanlah tanda kelemahan iman. Justru dalam tangisan yang jujur di hadapan Tuhan, umat menemukan kedekatan dan penghiburan sejati. Tuhan tidak jauh, tidak acuh, dan tidak terlambat. Ia dekat ketika umat-Nya berseru.
Disampaikan pula bahwa Nabi Yeremia menulis Ratapan di tengah kehancuran Yerusalem. Namun di balik puing-puing dan penderitaan, ia tetap menyatakan iman bahwa Tuhan hadir dan mendengar seruan umat-Nya. Pesan ini menjadi penguatan bagi jemaat yang mungkin sedang menghadapi tekanan ekonomi, persoalan keluarga, pergumulan kesehatan, atau ketidakpastian masa depan.
Renovasi gedung gereja menjadi gambaran rohani yang indah. Sebagaimana tembok diperbarui dan bangunan diperkuat, demikian pula Tuhan sedang memperbarui hati jemaat. Ia menegakkan kembali tembok iman yang retak dan menyalakan terang pengharapan yang sempat redup.
Dalam penutup khotbahnya, Pdt. Andres Siringoringo, S.Th, mengajak seluruh jemaat dengan suara yang penuh keyakinan:
“Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, apa pun keadaan kita hari ini, jangan simpan beban itu sendiri. Berserulah kepada Tuhan. Datanglah dengan hati yang terbuka. Jika ada luka, serahkan. Jika ada ketakutan, lepaskan. Jika ada keraguan, percayakan kepada-Nya. Tuhan dekat ketika kita memanggil. Jangan takut, sebab Ia memegang tangan kita dan tidak akan pernah melepaskannya.”
Ajakan itu bukan sekadar kata-kata penutup, tetapi menjadi panggilan iman bagi setiap jemaat yang hadir.
Ibadah Minggu Invokavit kali ini terasa semakin bermakna karena berlangsung di tengah proses renovasi gereja. Secara simbolis, selain membangun kembali fisik gedung gereja, Tuhan juga sedang membangun dan memperbarui hati umat-Nya. Renovasi bukan hanya tentang tembok dan atap, tetapi tentang iman yang diteguhkan dan pengharapan yang dinyalakan kembali.
Pelayanan Ibadah:
- Warta Jemaat & Doa Syafaat:Amang C.Pnt. H Pasaribu
- Song leader/ Pujian:Inang E.E br Sitorus dan Samuel Sirait
- Organis:Inang S br Siregar
- Persembahan:Inang Pnt. D br Gultom & Inang C.Pnt. L br Siagian
- Penerimaan Tamu:Amang C.Pnt. B Simangunsong & Inang C.Pnt. P br Simbolong
Meskipun proses renovasi gedung gereja masih berlangsung, kebaktian Minggu pagi sungguh luar biasa. Hampir 200 orang jemaat hadir dengan hati yang rindu bersekutu dan memuji Tuhan.
Di akhir ibadah, suasana hening menyelimuti ruangan. Beberapa jemaat tampak terdiam dalam doa pribadi, meresapi firman yang disampaikan. Ada yang meneteskan air mata, bukan karena kesedihan, melainkan karena merasakan kasih Tuhan yang begitu dekat dan nyata.
Renovasi belum selesai. Perjalanan hidup pun belum selesai. Namun satu hal pasti: ketika jemaat berseru, Tuhan menjawab. Dan ketika Tuhan berkata, “Jangan takut,” di situlah kekuatan baru lahir dalam hati umat-Nya.

.
Bagi jemaat dan donatur yang tergerak untuk memberikan bantuan bagi renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, dapat menyalurkan donasi melalui:
Rekening Donasi:
🏦 Bank: Bank SUMUT
💳 Nomor Rekening: 22002040465521
📌 Atas Nama: PANPEM GKPI JK Immanuel
Setiap dukungan yang diberikan, baik besar maupun kecil, akan sangat berarti bagi pembangunan rumah Tuhan. Tuhan memberkati setiap tangan yang memberi dengan sukacita.
“Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kita lebih besar dari segala allah. Tetapi siapakah yang mampu mendirikan rumah bagi-Nya, karena langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku mampu mendirikan rumah bagi-Nya, kecuali hanya untuk membakar korban di hadapan-Nya?”
(2 Tawarikh 2:5-6)
Soli Deo Gloria.
(VIP)



