Renungan hari ini: Memetik Gandum Di Ladang Kasih

Renungan hari ini: Memetik Gandum Di Ladang Kasih

mediasumatera.id – SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda sungguh-sungguh menerima Yesus dalam hidupmu? Ciri bahwa Anda menerima Dia adalah dengan setia berjalan bersama Dia di ladang KASIH-Nya, melalui ekaristi Kudus.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 2: 23 – 28, yakni murid-murid memetik gandum pada hari Sabat. Dalam bacaan Injil hari ini, para Farisi melihat murid-murid Yesus memetik gandum pada hari Sabat, lalu menuduh mereka melanggar hukum. Tetapi Yesus menyingkapkan bahwa pemahaman mereka tentang Sabat hanya sebatas aturan luar, tanpa menyentuh inti terdalam: KASIH. Oleh karena itu, Yesus mengajarkan pengajaran yang benar tentang aturan hari Sabat. Bahwa hukum Sabat bukanlah pagar yang menghakimi, melainkan jalan rahmat. Sabat bukan beban, melainkan undangan untuk beristirahat dalam pemeliharaan Allah. Aturan-aturan apapun itu, termasuk aturan hari Sabat, tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus berlandaskan di atas hukum KASIH, sebab KASIH adalah inti dari semua hukum. Dan Yesus sendiri adalah KASIH itu. Maka,
di tengah ladang gandum, Yesus membuka ladang KASIH. Murid-murid memetik gandum untuk hidup mereka hari itu, tetapi Yesus adalah Biji Gandum yang sejati, yang rela jatuh ke tanah dan mati, agar menghasilkan BUAH kehidupan kekal (Yohanes 12:24). Dari kematian-Nya lahirlah ladang yang penuh dengan buah KASIH: pengampunan, penerimaan, dan pemulihan. Oleh karena itu, ketika kita merasa lapar oleh tuntutan hidup, lelah oleh penghakiman dunia, atau terjebak dalam rasa bersalah, kita diajak untuk memetik di ladang KASIH-Nya. Bukan karena kita layak, tetapi karena Biji Gandum itu telah mati dan membuka ladang yang tak terbatas. Di ladang KASIH Tuhan, tidak ada yang terlalu hina untuk dipuaskan, dan tidak ada Sabat yang terlalu suci untuk menyambut mereka yang lapar. “Kita tidak datang karena sempurna, kita datang karena lapar. Dan di ladang KASIH-Nya, kelaparan kita bertemu dengan kepenuhan-Nya.”

Baca Juga :  Rumah Tangga Yang Terpecah-Pecah Pasti Runtuh

Pertanyaan refleksi

1. Bagaimana saya selama ini memahami aturan atau tradisi iman, apakah lebih sebagai beban atau sebagai jalan KASIH?
2. Dalam situasi “lapar” secara rohani atau lelah oleh tuntutan hidup, apakah saya sungguh datang kepada Yesus sebagai Ladang KASIH yang memulihkan?
3. Jika Yesus adalah Biji Gandum yang rela mati untuk menghasilkan buah KASIH, bagaimana saya dapat ikut menabur dan membagikan buah KASIH itu kepada orang lain hari ini?
Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus,
Terima kasih karena Engkau adalah Ladang KASIH yang memuaskan hati kami. Ajarilah kami melihat hukum sebagai jalan rahmat, dan memetik anugerah-Mu setiap hari. Amin.