Hidup Berdamai Dengan Sesama

Hidup Berdamai Dengan Sesama

SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id – para saudaraku ytk. Apa kabar para saudaraku di hari ini? Saya berharap para saudaraku tidak lupa untuk mengawali harimu dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 9: 41 – 50, yakni seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan dan siapa yang menyesatkan orang, tentang garam.

Pertanyaan terkait judul, adalah mengapa kita manusia perlu hidup berdamai dengan sesama? Karena Allah telah menciptakan kita manusia menurut citra atau rupa atau gambar-Nya. Dan Dia menciptakan kita manusia karena KASIH-Nya. Oleh karena itu, darah KASIH inilah yang mengalir dalam diri kita manusia ciptaan-Nya, sehingga kita bisa hidup berdamai, harmoni dengan sesama, sebagai makhluk sosial atau homo homini socius. Itu artinya sesama manusia itu sebagai teman, sebagai sahabat dan bukan sebagai musuh yang harus dimusuhi, disingkirkan, diasingkan, dan bahkan harus dimangsa atau dibunuh atau homo homini lupus. Ingat, kita disebut sebagai manusia karena kita hidup bersama dengan manusia yang lain, yang sama-sama sebagai makhluk yang memiliki akal budi dan hati nurani sebagai pusat pertimbangan. Hal inilah yang membedakan kita manusia dengan ciptaan Allah yang lain.Dengan akal budi dan hati nurani kita dapat membedakan mana yang baik yang harus dilakukan, dan mana yang tidak baik yang tidak perlu dilakukan. Itu berarti peran akal budi dan hati nurani kita manusia sangat penting dalam menciptakan hidup berdamai atau harmonis dengan sesama sebagai makhluk sosial. Jadi, akal budi tajam, dan hati nurani juga harus tajam. Jikalau salah satu tajam dan satunya tumpul, maka tidak mungkin akan terjadi hidup berdamai, harmonis, yang diharapkan Mengapa? Sebab, jika akal tajam, namun hati nurani tumpul, maka bisa terjadi akan ada gangguan kesehatan emosional dan mental, sehingga bisa timbul chaos.Jika itu yang terjadi pada diri kita, maka bisa jadi kita akan menyesatkan hidup sesama, dengan: pikiran, tangan, kaki, dan mata kita. Oleh karena itu, agar kita tidak menyesatkan hidup sesama, maka kita harus bisa olah pikiran (akal budi) kita, olah hati kita, olah rasa kita dan olah raga kita, sehingga menjadi tajam. Dengan demikian, kita bisa hidup berdamai, harmonis dengan sesama, kesehatan emosional dan mental kita terjaga, juga bisa berkolaborasi dengan baik, dan akhirnya terciptalah Kerajaan Allah di dunia ini, di mana KASIH Allah menjadi dasar dan perekatnya. Dengan demikian, maka kita akan masuk ke dalam hidup yang kekal. Sebaliknya, jika kita menyesatkan sesama lewat: pikiran, tangan, kaki dan mata kita, alias kita menghadirkan atau menciptakan kerajaan setan, maka kita masuk ke dalam neraka. Maka, mari pilih Kerajaan Allah atau pilih neraka? Semoga pilihan kita tidak salah. Mudah-mudahan 🙏🙏

Baca Juga :  Pilih Berbuat Baik atau Berbuat Jahat