RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”
Kamis, 09 April 2026
PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita, Yesus Kristus.
Kiranya damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan dari Tuhan perlahan mengalir dan memenuhi setiap ruang hati kita, bahkan di saat kita merasa lelah, kosong, atau seolah tidak baik-baik saja.
Di masa Paskah yang baru saja kita rayakan, Tuhan mengajak kita untuk berhenti sejenak… menarik napas… dan dengan jujur melihat ke dalam hati kita sendiri.
Biarlah hari ini menjadi langkah baru…
langkah kecil untuk kembali berjalan bersama Tuhan.
Renungan ini disampaikan oleh amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th sebagai penguatan iman bagi kita semua.
[08.49, 9/4/2026] Pak Victor: “Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.” (Keluaran 6:6)
Seorang Pendeta dari sebuah Gereja Lutheran menganggap sangat penting bahwa dia merupakan bahagian dari Keluarga Gereja Lutheran yang besar. Dia berkata: “I belong to something bigger” – “Saya adalah bahagian dari sesuatu yang besar.”
Demikianlah perasaan yang dapat timbul dalam diri kita memikirkan apa yang dilakukan Gereja sejak dahulu. Kita senang dan tenteram bahwa kita dapat mengatakan, saya adalah bagian dari Gereja yang besar, yang sejarahnya panjang, yang karyanya sungguh luar biasa.
Ungkapan I belong to something bigger mengundang kita untuk memikirkan identitas kita dan berpartisipasi serta mengambil bagian dalam karya Gereja sebagaimana telah terus dipelihara dari zaman ke zaman.
Teks kita hari ini berbicara tentang karakter Allah kita. “Akulah Tuhan” (Kel. 6:1): Allah Israel, Allah kita, adalah Allah yang memberikan diri-Nya sepenuhnya kepada Israel dan kepada kita. Tidak hanya pada suatu zaman, Allah adalah Allah yang menyatakan diri-Nya, tetapi juga pada segala zaman. Pengalaman pembebasan dari Mesir dialami kembali pada masa pembuangan Babel.
Karakter Allah sendiri adalah membangun relasi, menghadirkan pembebasan, dan menetapkan perjanjian (Kel. 6:6). Bukan hanya bahwa Israel senantiasa terhubung dengan Allah, tetapi juga bahwa Allah senantiasa terhubung dengan Israel. Bahkan pada masa pembuangan, yang menunjukkan saat retaknya iman yang paling dalam sekalipun, keterikatan Allah dengan Umat tetap bertahan. Allah Israel didefinisikan oleh keterikatan tersebut.
Pengucapan nama Yahweh di dalam dirinya mengandung dorongan peristiwa eksodus. Sebagaimana dikatakan E. Kasemann, “Yesus berarti kebebasan,” demikian juga di sini, “Allah berarti eksodus.” Pembebasan merupakan bagian yang integral dan melekat dalam karakter Allah sendiri. Inilah yang membuat penyebutan nama Allah Israel begitu terus-menerus bersifat mengguncang dan sangat dahsyat. Kisah yang paling setia mencirikan Israel dan Allah secara tegas dan tidak dapat ditawar adalah komitmen untuk pembebasan.
Lagu:
KJ 432:1,2 “Jika Padaku Ditanyakan”
Doa:
Ya Bapa, kami bersyukur atas kasih dan perbuatan-Mu yang selalu membebaskan kami dari kesukaran dan penderitaan bahkan kematian. Perbuatan-Mu membimbing kami untuk melakukan bagian kami, karya-karya pembebasan. Teguhkanlah itu. Amin.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.
Amin.
(VIP)




