[09.09, 23/2/2026] Pak Victor: “RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”
Senin, 23 Februari 2026
PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai, sukacita, dan pengharapan dari-Nya menyertai langkah hidup kita hari ini. Kita percaya: kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan menyertai, menuntun, dan bekerja dalam setiap musim kehidupan kita. Bahkan ketika jalan terasa gelap, Tuhan sedang menyiapkan terang. Ketika kita lemah, Tuhan sedang menguatkan. Kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi dan diingat oleh Tuhan.
Bagaimana kabar Saudara/i hari ini? Kiranya Saudara/i berada dalam kesehatan jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.
“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31)
Melihat badai datang, burung Kolibri merasa panik. Ia tahu tubuhnya kecil dan rentan. Untuk bertahan hidup, ia mulai mengepakkan sayapnya secepat mungkin, ratusan kepakan per detik. Ia terbang ke sana kemari dengan sangat gesit, berusaha mencari perlindungan di balik dedaunan. Seluruh energinya terkuras habis. Detak jantungnya berpacu luar biasa cepat. Ia merasa jika ia berhenti mengepakkan sayap sedetik saja, badai akan membantingnya ke tanah.
Di sisi lain, si Rajawali tidak panik. Ia tidak mulai mengepakkan sayapnya dengan liar. Ketika angin badai mulai menderu dengan kencang, Rajawali tidak melawan angin itu. Ia justru membentangkan sayapnya lebar-lebar. Ia membiarkan arus angin yang ganas itu masuk ke bawah sayapnya. Alih-alih terhempas, Rajawali menggunakan kekuatan badai tersebut untuk mengangkat tubuhnya naik ke atas. Tanpa perlu mengepakkan sayap dengan lelah, ia justru “membonceng” kekuatan badai itu sampai ia berada di atas awan, di mana matahari tetap bersinar tenang sementara badai mengamuk di bawahnya.
Pernahkah kita berada di satu titik di mana kita merasa sudah memberikan segalanya, namun keadaan tetap tidak berubah? Kita sudah berdoa, bekerja keras, dan mencoba bertahan, namun yang tersisa hanyalah rasa lelah yang sangat mendalam, bukan hanya lelah fisik, tapi juga lelah jiwa. Ketika badai hidup menerpa, Tuhan tidak menyamakan kita dengan burung kolibri yang harus mengepakkan sayap ribuan kali untuk tetap terbang. Dia menyamakan kita dengan Rajawali untuk menggambarkan kekuatan dibalik ketenangan ketika menghadapai badai.
“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru…” Kata “menanti” berasal dari kata Qavah, yang secara harafiah berarti mengikat atau memilin beberapa utas tali menjadi satu. Menanti Tuhan bukan berarti menunggu secara pasif seperti menunggu bus. Menanti Tuhan berarti memilin harapan kita dengan janji-Nya. Saat kekuatan kita yang rapuh dipilin bersama kekuatan Tuhan yang tak terbatas, di situlah lahir kekuatan yang tak terpatahkan, “mendapat kekuatan baru”. Kata “mendapat” dalam teks aslinya lebih tepat diterjemahkan sebagai “bertukar”. Kita memberikan kelelahan kita kepada Tuhan, dan sebagai gantinya, Dia memberikan kekuatan-Nya kepada kita.
Langkah pertama mendapatkan kekuatan baru adalah mengakui bahwa kekuatan lama kita sudah habis. Jangan malu untuk berkata di hadapan Tuhan, “Tuhan, aku tidak sanggup lagi.” Di titik itulah kekuatan Tuhan mulai bekerja. Kedua, arahkan pandangan pada Janji, bukan pada Masalah. Menanti Tuhan berarti mengisi pikiran kita dengan Firman-Nya lebih banyak daripada keluhan kita. Ingatlah kembali bagaimana Tuhan pernah menolong Anda di masa lalu. Iman Anda akan bertumbuh saat Anda mengingat kesetiaan-Nya. Ketiga, tetap Berjalan Meski Perlahan. Ayat ini berkata kita akan berlari dan berjalan. Terkadang, kemenangan terbesar kita bukanlah melakukan hal hebat, melainkan tetap berjalan satu langkah demi satu langkah bersama Tuhan tanpa menyerah. Tuhan menghargai setiap langkah kecil yang dilakukan dengan iman.
Renungan:
Jika hari ini Anda merasa sedang berada di dasar lembah, ingatlah, Tuhan sedang mempersiapkan sayap Anda dan jangan takut akan badai yang menghampiri, karena bersama Tuhan, badai itu akan menjadi tenaga yang mengangkat Anda lebih tinggi dari masalah Anda.
Lagu:
KJ. No. 332:1,2
“Kekuatan serta Penghiburan”
Doa:
Ya TUHAN. Engkaulah sumber kekuatanku. Ketika aku lelah dan berbeban berat, tidak ada yang dapat menyegarkan jiwaku, selain Engkau. Pada-Mu aku berserah. Amin.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.
Amin.
(VIP)




