*Luruskan Jalan Di Padang Belantara Hati Kita*

*Luruskan Jalan Di Padang Belantara Hati Kita*

SALVE, mediasumatera.id –  bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Sudah seberapa lurus jalan hati Anda? Dan bagian mana dari ‘jalan’ hati Anda yang paling butuh diluruskan hari ini?. Pada hari ini kita memasuki hari Minggu Adven II.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 3: 1 – 12, yakni Yohanes Pembaptis. Dalam bacaan Injil hari ini, Yohanes Pembaptis sedang berseru di Padang Gurun Hati Kita. Dan sangat cocok di masa Adven ini. Masa Adven adalah masa persiapan, masa di mana kita diajak Yohanes Pembaptis untuk meluruskan jalan bagi Tuhan. Hati kita kadang seperti padang belantara: kering, sepi, penuh kecemasan, hawa nafsu, atau kepahitan. Di sanalah suara Yohanes bergema: bukan sekadar perasaan sentimentil, tetapi tindakan nyata, melalui pertobatan, yakni : _Pertama_

*Setiap lembah ditimbun*: Isi kekosongan hati dengan Tuhan, bukan pelarian atau hiburan kosong. _Kedua_ *Setiap gunung dan bukit diratakan* Rendahkan “gunung dan bukit”: kesombongan, ego, dan ambisi pribadi yang menghalangi kasih. _Ketiga_ *Yang berliku diluruskan*: Tinggalkan kelicikan dan kompromi, pilih integritas meski tak ada yang melihat. _Keempat_ *Yang kasar, keras dibuat mulus, lembut*: Lembutkan hati yang kasar, keras, belajar mengampuni dan mengasihi. Yang perlu digarisbawahi bahwa

meluruskan jalan hati memang melelahkan, tetapi tujuannya jelas:

_Pertama_ *Keselamatan hadir*: Yesus berdiam dengan leluasa dalam hidup kita. _Kedua_ *Roh Kudus bekerja*: membersihkan dan memurnikan hati kita. _Ketiga_ *Buah nyata tumbuh*: karakter, perkataan, dan perbuatan kita menjadi saksi bahwa Tuhan telah lewat di jalan hati kita. Jadi, Yohanes Pembaptis adalah suara yang memanggil kita untuk mengambil “cangkul” dan mulai bekerja di padang belantara hati kita sendiri. Sekali lagi pertanyaannya, bukan “Seberapa lurus jalan hati kita?” melainkan “Bagian mana dari hati kita yang paling butuh diluruskan hari ini?”

Baca Juga :  *Angkatan Yang Jahat & Tidak Setia*

Maka, mari kita serahkan lembah, gunung, lekuk, dan kekerasan, kekasaran hati kita kepada Tuhan. Sebab Dia yang memerintahkan untuk meluruskan jalan, adalah juga Dia yang memberi kekuatan untuk melakukannya.

*Pertanyaan Refleksi*:

1. Bagian mana dari “jalan hati” saya yang saat ini paling membutuhkan perataan—apakah lembah kekosongan, gunung kesombongan, atau jalan berliku kebiasaan buruk?

2. Apa tindakan konkret pertobatan yang bisa saya lakukan minggu ini untuk memberi Tuhan akses lebih leluasa ke dalam hidup saya?

3. Buah apa yang sudah tampak dalam hidup saya sebagai tanda bahwa Tuhan sungguh hadir di jalan hati saya?

*Selamat berefleksi*

*Doa Singkat*

Tuhan, luruskanlah jalan di hati kami. Isilah kekosongan dengan kasih-Mu, ratakan kesombongan, luruskan kelicikan, dan lembutkan hati yang keras.

Datanglah, Yesus, berdiam dalam hidup kami dan tumbuhkan buah kasih dalam setiap langkah kami. Amin.

*Selamat berhari Minggu Adven II*🙏🙏