Minggu, 14 Juli 2024

Mahasiswa Pertanian ST Bhinneka Lakukan Penelitian Capaian Air Bersih Dan Sanitasi Di Desa Namo Simpur

Mahasiswa Pertanian ST Bhinneka Lakukan Penelitian Capaian Air Bersih Dan Sanitasi Di Desa Namo Simpur

Deli Serdang, mediasumatera.id – Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Kehutanan Satya Terra Bhinneka Program Study Agribisnis melakukan penelitan dan wawancara di Desa Namo Simpur, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Selasa,(9/7/2024)

Desa ini adalah salah satu desa yang sangat mementingkan penggunaan air bersih dan sanitasi layak. Air bersih dan sanitasi yang baik merupakan unsur yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Sehingga masyarakat sangat menjaga kebersihan air agar tidak tercemar serta menjaga lingkungan sekitar.

Semua makhluk hidup, khususnya manusia, memerlukan air dalam segala aspek kehidupan. Air sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan diperlukan untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci, memasak, dan minum. Indonesia merupakan negara yang memiliki lebih banyak lautan dibandingkan daratan. Namun tidak semua air dapat digunakan sebagai bahan baku kehidupan sehari-hari (Nadhif, 2022).

Menurut Suhendra Tarigan selaku masyarakat di Desa Namo Simpur ‘penggunaan air sangat penting bagi manusia karena air termasuk salah satu kebutuhan hidup makhluk hidup dan permasalahan pada air yang ada di rumah tangga hanya pada musim kemarau yang panjang sehingga menyebabkan air mati atau kekeringan’. Untuk permasalahan yang ada air kotor termasuk permasalahan yang terjadi di desa ini, ada beberapa faktor yang menyebabkan air kotor tersebut terjadi seperti dekatnya jarak antara mesin sumur bor dengan pembuangan kotoran (septic tenk),” sebutnya.

Dalam penggunaan air minum diperlukannya air yang bersih dan layak pakai, agar air tetap terjaga dan bersih masyarakat diarahkan untuk mengatur jarak antara mesin sumur bor dengan pembuangan air kotoran. Masyarakat juga diajak bergotong royong membuat parit-parit kecil yang disalurkan ke parit besar yang sudah disediakan desa untuk pembuangan air bekas mencuci piring dan mencuci pakaian, agar tidak terjadinya pencemaran air. Serta dihimbaunya masyarakat agar melakukan penghijauan di sekitar pekarangan rumah warga. Selain itu untuk menjaga kebersihan air masyarakat juga harus memisahkan limbah dari skala kecil dengan menggunakan kantong plastik agar terpisahnya limbah plastik sampo, deterjen, dll dengan limbah dapur (sayuran).
Mahasiswa dari Kelompok 3 SDGs (Sustainable Development Goals) Aloysius Nainggolan, Arie Pradana, Dhio Hatihan Lumban Gaol, Gita Shavelin, Immanuel Simbolon, Mayang Aulia, dengan Dosen Pengampu M.Fariz Hasibuan. SP. M.Si. Program Study Agribisniz Fakultas Pertanian Dan Kehutanan Universitas Satya Terra Bhinneka, Medan Sunggal.(LG)

Baca Juga :  MANAJEMEN DIRI MENJADI KUNCI MUTU SEKOLAH