Maknai Tahun Devosional Dan Bulan Maria, Mahasiswa UKMC Palembang Gelar Ziarah dan Doa Rosario di Sukamoro

Maknai Tahun Devosional Dan Bulan Maria, Mahasiswa UKMC Palembang Gelar Ziarah dan Doa Rosario di Sukamoro

BANYUASIN, mediasumatera.id – Mahasiswa Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) Palembang yang berasal dari Fakultas Bisnis Manajemen dan Fakultas Humaniora melaksanakan kegiatan ziarah rohani ke Taman Doa Via Crucis dan Gua Maria Mater Misericordiae, Sukamoro, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan pada Minggu, (17/5/2026)
Kegiatan yang berlangsung khusyuk ini diisi dengan ibadah Jalan Salib serta Doa Rosario bersama. Didampingi oleh Andreas Daris Awalistyo, S.Pd., M.I.Kom ., selaku Dosen Agama Katolik UKMC, ziarah ini digelar sebagai bentuk partisipasi aktif generasi muda dalam menghidupkan Bulan Mei sebagai Bulan Maria, sekaligus menyelaraskan diri dengan fokus pastoral Keuskupan Agung Palembang.

Maknai Tahun Devosional Dan Bulan Maria, Mahasiswa UKMC Palembang Gelar Ziarah dan Doa Rosario di Sukamoro

Suplemen Rohani di Tahun Devosional 2026
Ziarah kali ini terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan dicanangkannya tahun 2026 sebagai Tahun Devosional oleh Keuskupan Agung Palembang, yang menjadi fokus Arah Dasar (ARDAS) Pastoral keempat.
Dalam penjelasannya, Andreas Daris Awalistyo menyampaikan bahwa devosi yang tulus memiliki kekuatan besar untuk mengubah hidup dan mengokohkan iman umat.
“Devosi itu sifatnya olah kesalehan pribadi yang kemudian mewujud menjadi kesalehan bersama dalam komunitas. Devosi dapat disebut sebagai suplemen atau makanan tambahan dalam hidup rohani. Fungsinya adalah membuat kehidupan beriman kita menjadi bugar, berkobar-kobar, dan tahan banting terhadap berbagai ‘virus’ serta penyakit rohani,” ujar Daris.
Melalui momentum ini, mahasiswa diajak untuk meneladani para orang kudus pelindung guna menyerap daya hidup rohani dan kekuatan batin mereka untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Maknai Tahun Devosional Dan Bulan Maria, Mahasiswa UKMC Palembang Gelar Ziarah dan Doa Rosario di Sukamoro

Pembentukan Karakter Melalui Tiga Gerak Spiritual
Lebih lanjut, Andreas Daris mengungkapkan bahwa melalui Pendidikan Agama Katolik, devosi di Bulan Mei menjadi sarana efektif dalam pembinaan karakter mahasiswa. Nilai-nilai seperti kesetiaan, kerendahan hati, dan kepedulian sosial yang diteladankan oleh Bunda Maria dapat diinternalisasi secara nyata oleh para peserta didik. Hal ini sejalan dengan arah pendidikan nasional yang menekankan pembentukan karakter dan profil pelajar beriman.Maknai Tahun Devosional Dan Bulan Maria, Mahasiswa UKMC Palembang Gelar Ziarah dan Doa Rosario di Sukamoro

Baca Juga :  UKMC Mengapresiasi Mahasiswa Berprestasi di Internal kampus, Bagian Wilayah, Nasional Bahkan Internasional

Menurutnya, Bulan Maria menawarkan tiga gerak spiritual utama:
1. Ke Dalam: Melalui refleksi pribadi dan keheningan.
2. Ke Atas: Melalui penyerahan diri yang total kepada Allah.
3. Ke Luar: Melalui implementasi pelayanan dan kasih kepada sesama.
“Jika tradisi mampu dibuka menjadi ruang spiritual seperti ini, maka Bulan Maria tidak akan pernah menjadi usang. Ia akan terus hidup bukan karena diwariskan semata, tetapi karena dihidupi dalam konteks nyata kehidupan umat,” tambahnya.

Meluruskan Makna Teologis Rosario dan Gua Maria
Ditegaskan pula esensi teologis dari Doa Rosario yang sering disalahpahami. Merujuk pada ensiklik Mense Maio (1965) oleh Paus Paulus VI, Doa Rosario di Bulan Mei bukan karena Maria menggantikan posisi Kristus, melainkan karena Maria adalah jalan yang menuntun umat kepada Kristus.
Secara historis, tradisi ini berkembang kuat di Roma lewat Serikat Yesus pada akhir abad ke-18 dan diteguhkan oleh Magisterium Gereja melalui Paus Pius VII (1815) dan Paus Pius IX (1859). Katekismus Gereja Katolik (KGK 971) bahkan menyebut Rosario sebagai “ringkasan seluruh Injil” karena sifatnya yang Injili, Kristologis (berpusat pada nama Yesus dan misteri keselamatan), serta Kontemplatif.
Terkait pemilihan lokasi di Gua Maria Sukamoro, kegiatan ini dimaknai sebagai ruang pedagogi iman. Gua Maria membantu umat masuk dalam keheningan dan pertobatan, namun tidak boleh dipahami secara magis. Penyembahan sejati tetap dilakukan “dalam roh dan kebenaran” (Yoh. 4:23–24) tanpa menggeser sakramen utama Gereja.

Destinasi Ziarah Rohani yang Asri di Banyuasin
Taman Doa Via Crucis dan Gua Maria Mater Misericordiae Sukamoro dipilih karena lokasinya yang representatif. Terletak di Sukamoro, Kabupaten Banyuasin, tempat ziarah ini berjarak sekitar 20 km atau dapat ditempuh dalam waktu 43 menit berkendara dari pusat kota Palembang.

Baca Juga :  Polresta Deli Serdang Laksanakan Vaksinasi Massal, Akselerasi Serentak Se-Indonesia

Maknai Tahun Devosional Dan Bulan Maria, Mahasiswa UKMC Palembang Gelar Ziarah dan Doa Rosario di Sukamoro
Kawasan ini dikenal sangat asri, luas, dan mudah diakses baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Fasilitas yang tersedia pun sangat memadai untuk mendukung kekhusyukan umat, mulai dari 14 perhentian Jalan Salib (Via Crucis), Gua Maria Bunda Belas Kasih, toko suvenir rohani, area parkir yang luas, toilet, hingga kantin.(*)