MEMILIKI PRINSIP YANG TEGUH

MEMILIKI PRINSIP YANG TEGUH

“RENUNGAN HARIAN GKPI “TERANG HIDUP”

Rabu, 04 Maret 2026

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom… salam sejahtera di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai, sukacita, dan pengharapan dari-Nya menyertai langkah hidup kita hari ini. Kita percaya: kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan menyertai, menuntun, dan bekerja dalam setiap musim kehidupan kita. Bahkan ketika jalan terasa gelap, Tuhan sedang menyiapkan terang. Ketika kita lemah, Tuhan sedang menguatkan. Kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi dan diingat oleh Tuhan.

Bagaimana kabar Saudara/i hari ini? Kiranya Saudara/i berada dalam kesehatan jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Renungan ini disampaikan oleh Amang Pdt. Tubiran M.T. Simamora, M.Th., sebagai penguatan iman bagi kita semua.

“Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.” (Daniel 1:8)

Daniel hidup dengan latar belakang, dimana kondisi politik pada saat itu dalam situasi penuh pergumulan. Pada saat itu bangsa Israel ditaklukkan Kerajaan Babel. Bangsa Israel mengalami keruntuhan, dijadikan tawanan perang dan diangkut ke pembuangan Babel, terjadi sekitar tahun 587 SM. Kerajaan Babel pada saat itu dipimpin oleh Raja Nebukadnezar.

Dalam situasi yang sulit seperti itu, Daniel bersama dengan beberapa temannya bernama Sadrakh, Mesakh dan Abednego turut diangkut ke pembuangan Babel. Namun, mereka memiliki kualitas yang luar biasa, sehingga mampu menarik perhatian Raja Nebukadnezar. Mereka adalah orang buangan yang mendapatkan kesempatan untuk dididik dan diberi kedudukan memimpin beberapa wilayah yang ada dalam kekuasaan Babel.

Hal yang menarik yang dapat kita teladani dari kehidupan Daniel dan rekan-rekannya adalah bahwa mereka memiliki kepribadian yang kuat dan tidak mudah diombang-ambingkan. Mereka memiliki prinsip yang kuat dan tidak mudah terpengaruh. Inilah yang melandasi Daniel dan teman-temannya memilih untuk tidak memakan makanan yang sudah dipersiapkan bagi mereka yaitu makanan dan minuman Raja Babel. Makanan dan minuman itu adalah makanan dan minuman spesial. Makanan dan minuman itu adalah makanan dan minuman untuk Raja Babel. Tetapi Daniel dan rekan-rekannya tidak mau memakan makanan tersebut.

Baca Juga :  Mengakui Yesus Di Depan Manusia

Mengapa mereka tidak mau memakan makanan itu? Alasannya adalah karena mereka tidak mau menajiskan diri. Mengapa mereka berpikir bahwa santapan raja adalah sesuatu yang bisa menajiskan diri? Paling tidak ada dua alasan yang dapat dikemukakan: Pertama: Daging yang biasa dimakan raja babel, biasanya termasuk makanan yang diharamkan menurut taridisi Yahudi, seperti babi. Kedua: Makanan dan minuman raja sebelum dimakan, biasanya dipersembahkan terlebih dahulu kepada dewa Babel.

Dua hal itulah yang menjadi alasan kuat untuk menolak makanan raja itu. Lalu mereka makan apa? Mereka memilih makanan yang mungkin tidak enak secara lidah, tetapi tidak menajiskan, yaitu sayur dan air putih. Tindakan mereka itu sesungguhnya beresiko. Karena menolak atas apa yang telah ditetapkan raja Babel, berarti melawan sistem yang dibangun oleh Kerajaan Babel. Mereka dapat disingkirkan dan dihukum karena prinsip seperti itu. Tetapi mereka mengambil resiko itu. Demi mempertahankan nilai-nilai yang baik dalam kehidupan mereka, sedikitpun mereka tidak mundur. Mereka memperlihatkan prinsip yang teguh di dalam mengikut TUHAN.

Selanjutnya, kita melihat bagaimana TUHAN memperlihatkan pembelaannya dalam kehidupan mereka. Mereka diberkati TUHAN dan mengalami sebagaimana dalam Daniel 1:20, dikatakan bahwa kecerdasan mereka sepuluh kali lebih cerdas dari semua orang berilmu di seluruh kerajaan Babel!

Meneladani kehidupan Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego, kita perlu membangun diri sehingga menjadi pribadi yang berintegritas dan berdedikasi tinggi.

Renungan:
Memiliki iman yang sungguh berarti memiliki tekad yang kuat untuk tidak mudah terperdaya oleh berbagai godaan dan tantangan.

Lagu:
KJ No. 332:1-2
“Kekuatan serta Penghiburan”

Doa:
Ya Bapa yang Mahabaik, kami berterimakasih atas anugerah-Mu yang besar kepada kami. Kami percaya Engkau akan senantiasa membimbing kami dengan Roh-Mu yang Kudus. Sehingga kami dimampukan menghadapi berbagai tantangan dan godaan dalam kehidupan ini. Kiranya hati kami senantiasa bergantung dan berserah kepada-Mu. Terpujilah Engkau ya Tuhan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

Baca Juga :  Renungan hari ini: Tuhan Hadir Dalam Pusaran Badai

Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati kita.

Amin.

(VIP)