Renungan hari ini: Tuhan Hadir Dalam Pusaran Badai

Renungan hari ini: Tuhan Hadir Dalam Pusaran Badai
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

mediasumatera.id – SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Setiap kita tidak pernah luput dari berbagai badai atau taufan berupa masalah atau kesulitan dalam hidup. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian menghadapi berbagai badai atau taufan kehidupan kita. Dia hadir sejauh doa kita.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 4: 35 – 41, yakni angin ribut diredakan. Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan perahu murid-murid berguncang hebat di Danau Galilea. Angin meraung, ombak menghantam, dan rasa takut menguasai HATI mereka. Di tengah kekacauan itu, Yesus tertidur di buritan. Murid-murid pun berseru: “Guru, tidakkah Engkau peduli kalau kita binasa?” Inilah paradoks iman: saat kita merasa paling sendirian, Tuhan sebenarnya ada di perahu yang sama. Ia tidak mengamati dari pantai, melainkan hadir di tengah badai, merasakan ombak dan angin yang sama. Yesus bangun, menghardik angin, dan berkata kepada danau: “Diam! Tenanglah!” Seketika danau menjadi teduh. Lalu Ia bertanya: “Mengapa kamu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Pertanyaan itu terus bergema hingga hari ini, ketika badai hidup datang dalam bentuk sakit, kehilangan pekerjaan, retaknya hubungan, atau gelombang kecemasan. Ingatlah, tidur-Nya Yesus bukan tanda ketidakacuhan, melainkan gambaran iman yang sempurna: keyakinan bahwa Bapa memegang kendali. Badai bukan sekadar ancaman, tetapi kesempatan untuk mengenal kuasa Tuhan lebih dalam. Karena badai terbesar bukanlah yang terjadi di luar perahu, melainkan di HATI kita, ketika kita lupa bahwa Yesus ada bersama kita. Saat kita percaya, bahkan di tengah pusaran badai, kita menemukan damai yang melampaui segala akal, damai dari Dia yang berkuasa atas angin dan ombak. Tetapi, Dia hadir sejauh doa kita. Dia selalu hadir dalam pusaran badai kita.

Baca Juga :  Tips Untuk Memperoleh Hidup Yang Kekal

Pertanyaan refleksi

1. Dalam badai kehidupan yang pernah saya alami, apakah saya lebih fokus pada besarnya masalah atau pada kehadiran Tuhan di dalamnya?
2. Bagaimana saya bisa belajar menaruh kepercayaan penuh kepada Tuhan, seperti Yesus yang tenang di buritan perahu?
3. Apa arti damai yang melampaui akal bagi saya, dan bagaimana saya dapat mengalaminya di tengah pergumulan sehari-hari?
Selamat berefleksi..& Selamat berakhir pekan🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus yang berkuasa atas angin dan ombak, kami datang dengan HATI yang sering dilanda ketakutan. Di tengah badai kehidupan, ajarlah kami percaya bahwa Engkau hadir di perahu kami. Tenangkan gelisah kami dengan firman-Mu: “Diam, tenanglah!”
Berikan damai yang melampaui segala akal,
agar kami tetap teguh dan semakin mengenal kuasa serta kasih-Mu.
Amin.