Jumat, 12 Juli 2024
Agama  

Mengasihi dan Bukan Membenci

Mengasihi dan Bukan Membenci

SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id – Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Dan apakah anda sudah memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama? Jangan lupa untuk selalu bahagia. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!

Pada hari ini gereja katolik sejagat memperingati Santo Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja. Dan renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 15: 9 – 11, yakni tentang Perintah Supaya Saling Mengasihi. Perintah Yesus ini tidak terlepas dari perintah, sekaligus pesan Yesus pada malam perjamuan terakhir. Pesan Yesus pada saat perjamuan malam terakhir itu? Adalah perintah baru. Dia berkata: ” Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi”. Inilah ciri sebagai seorang murid Yesus, yakni saling mengasihi dan bukan membenci. Dan kasih merupakan hukum pertama dan utama. Dan Allah adalah KASIH, yang nyata dalam diri Yesus Putera Nya, yang rela mengorbankan nyawa Nya, untuk menyelamatkan kita dari kebinasaan akibat dosa. Dia bersabda: ” tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat sahabatnya” (Yoh 15: 13).

Bagaimana dengan kita? Yesus sebagai Guru dan Tuhan telah memberikan teladan kepada kita saat malam perjamuan terakhir. Dia membasuh kaki para murid Nya. Dan inilah bukti kalau Yesus mengasihi kita, dan puncaknya di kayu salib. Dia mendoakan dan mengampuni tidak hanya para algojo yang mencambuk Nya, tetapi juga Dia berdoa dan mengampuni kita. Tidak hanya itu, Dia bahkan memberikan nyawanya untuk menebus dosa kita, agar kita selamat. Oleh karena itu, sebagai murid Nya, kita pun wajib saling membasuh kaki, wajib saling mengasihi, wajib saling mengampuni, wajib saling melayani dan jangan pernah membenci. Semoga demikian.

Baca Juga :  Percaya pada Penyelenggaraan Ilahi: Doa yang Umat untuk Benediktus XVI pada Misa Khusus di Roma