Meninggalkan Jala Dan Perahu

Meninggalkan Jala Dan Perahu

SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id –  apa kabar Anda di hari yang baru ini? Saya berharap Anda semua dalam keadaan sehat. Jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Tuhan. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat merayakan pesta Santo Andreas, Rasul.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 4: 18 – 22, yakni Yesus memanggil murid-murid yang pertama. Mereka itu adalah Simon yang disebut Petrus dan Andreas, saudaranya. Juga Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya. Yang menarik adalah saat dipanggil oleh Yesus, keempatnya sedang bekerja di danau Galilea, sebab mereka adalah para penjala ikan. Simon dan Andreas sedang menebarkan jala di danau, sedangkan Yakobus dan Yohanes sedang membereskan jala di dalam perahu. Tuhan datang menghampiri mereka dengan tidak terduga, dan berkata: ” mari, ikutlah Aku”.

Demikianlah Tuhan Yesus memanggil mereka untuk menjadi murid sekaligus rasul-Nya. Ini merupakan sebuah anugerah yang luar biasa. Oleh karena itu, tanpa pikir panjang mereka dengan segera meninggalkan jala dan perahunya. Segera meninggalkan jala dan perahu adalah simbol segera menanggalkan manusia lamanya, atau meninggalkan rutinitas atau juga meninggalkan zona kenyamanan. Juga segera meninggalkan jala dan perahunya bisa bermakna pertobatan, yakni segera menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru. Itu artinya pula, mereka sudah siap untuk diubah oleh Yesus, yakni dari penjala ikan menjadi penjala manusia.

Bagaimana dengan kita? Kita pun telah dipanggil oleh Yesus dan telah menjadi murid sekaligus rasul-Nya. Pertanyaannya adalah apakah kita telah meninggalkan jala dan perahu kita? Atau apakah kita telah meninggalkan atau menanggalkan manusia lama kita dan sudah mengenakan manusia baru? Atau apakah kita sudah atau telah diubah oleh Yesus? Atau apakah kita sudah bertobat dengan meninggalkan atau menanggalkan cara hidup manusia lama dan mulai mengenakan manusia baru? Ingatlah, bahwa kita memang telah menjadi murid sekaligus rasul Yesus, namun kita belum sungguh-sungguh menjadi murid sekaligus rasul-Nya.

Baca Juga :  Hidup Tidak Tergantung Dari Harta Duniawi

Oleh karena itu, Yesus selalu menghampiri dan memanggil kita: ” mari, ikutlah Aku”. Semoga kita segera meninggalkan jala dan perahu, atau segera meninggalkan atau menanggalkan manusia lama dan segera mengenakan manusia baru. Semoga demikian. Selamat berakhir pekan.