Menomorduakan Tuhan

Menomorduakan Tuhan

SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Adakah kita selalu menomorduakan atau mengabaikan Tuhan dalam hidup? Menomorduakan atau mengabaikan Tuhan ketika kita asyik dengan kesenangan dunia kita sendiri. Atau menomorduakan atau mengabaikan Tuhan dengan kita tenggelam dalam kesibukan. Atau Menomorduakan atau mengabaikan Tuhan, dengan alasan lelah karena bekerja, dllnya alasan yang sering kita buat. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 10: 38 – 42, yakni Maria dan Marta. Dalam hiruk-pikuk kehidupan, kita sering kali terjebak dalam kesibukan yang tampak mulia, namun tanpa kita sadar, justru dapat menjauhkan kita dari Tuhan. Kita berkata, “Saya lelah, saya capek,” “Saya sibuk,” atau “Saya sedang melayani,” namun di balik semua itu, ada satu kenyataan pahit: kita telah menomorduakan atau mengabaikan Tuhan. Marta, dalam bacaan Injil hari ini, adalah cerminan kita, sibuk melayani, namun kehilangan momen intim bersama Yesus. Ia tenggelam dalam aktivitas, sementara Maria memilih duduk di kaki Tuhan, mendengarkan sabda-Nya. Maria tahu bahwa pelayanan sejati lahir dari perjumpaan yang mendalam dengan Tuhan. Di zaman ini, bentuk pengabaian terhadap Tuhan semakin halus: kita menggantikan waktu bersama-Nya dengan layar HP, scroll IG, FB, TikTok. Kita lebih cepat membuka notifikasi dunia maya daripada membuka HATI untuk sabda-Nya, untuk berdoa, beribadat dan untuk berekaristi. Inilah bentuk penyembahan berhala modern, ketika sesuatu yang fana mengambil tempat Tuhan dalam hidup kita. Dan Yesus memuji Maria, bukan karena ia pasif, tetapi karena ia tahu prioritasnya. Ia memiliki manajemen diri yang sehat, baik dengan: menomorsatukan Tuhan terlebih dahulu, lalu melayani dengan buah yang matang. Maria mencari dahulu Kerajaan Allah, dan semuanya ditambahkan kepadanya. Maka, mari kita belajar dari Maria. Jangan biarkan kesibukan, hiburan, kesenangan diri, atau bahkan pelayanan membuat kita kehilangan kesempatan untuk berjumpa dengan Tuhan. Sebab tanpa Dia, semua aktivitas, pelayanan dan tugas kita, hanyalah rutinitas kosong. Duduklah di kaki-Nya, dengarkan sabda-Nya, dalam doa, ibadat dan Ekaristi, dan biarkan hidup kita dipenuhi oleh kehadiran-Nya.Ingat, orang yang menomorduakan atau mengabaikan Tuhan, adalah orang yang manajemen dirinya rapuh.

Baca Juga :  Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Orang Yang Percaya

Pertanyaan refleksi:

1. Apa saja hal dalam hidupku yang sering kali menggantikan waktu bersama Tuhan, apakah itu kesibukan, hiburan, atau bahkan pelayanan?
2. Sudahkah aku menyediakan waktu khusus untuk duduk di kaki Tuhan dan mendengarkan sabda-Nya setiap hari?
3. Jika Tuhan melihat prioritas hidupku hari ini, apakah Ia akan menemukan bahwa aku menomor satukan Dia seperti Maria, atau justru menomor duakan-Nya seperti Marta?
Selamat berefleksi🙏🙏