Renungan hari ini: Datanglah, Dengarkan, Lihat dan Wartakan

Renungan hari ini: Datanglah, Dengarkan, Lihat dan Wartakan

mediasumatera.id  – SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Sebagai murid dan pengikut Yesus, apakah Anda sungguh beriman dan percaya kepada Yesus? Jika Anda masih ragu, maka datanglah kepada Yesus, dengarkan Dia dalam keheningan doa, lihatlah apa yang terjadi, lalu wartakan apa yang telah Anda dengar dan lihat itu. Pada hari ini kita memasuki hari Minggu Adven III atau disebut juga Minggu Gaudete atau Minggu Sukacita.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 11: 2 – 11, yakni Yesus dan Yohanes Pembaptis. Dalam bacaan Injil hari ini, para murid Yohanes Pembaptis datang kepada Yesus untuk memastikan: “Engkaukah yang akan datang itu?” Yesus tidak menjawab dengan teori, tetapi dengan kesaksian nyata: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang miskin menerima kabar baik. Mereka diminta kembali kepada Yohanes untuk mewartakan apa yang mereka lihat dan dengar.
Di sinilah letak undangan bagi kita sebagai murid Kristus, yakni: Pertama Datanglah Segala sesuatu dimulai ketika kita datang kepada Yesus. Tanpa datang, kita tidak akan pernah mengenal Dia. Datang berarti membuka HATI, menyediakan waktu, dan menempatkan Yesus sebagai pusat hidup. Kedua Dengarkanlah Kita mendengarkan Dia melalui Firman-Nya. Firman itulah yang menuntun, mengoreksi, menguatkan, dan meneguhkan langkah kita. Tanpa mendengarkan, kita mudah tersesat oleh suara dunia yang bising. Ketiga Lihatlah. Kita melihat Yesus bukan dengan mata jasmani, tetapi dengan mata iman dan mata HATI. Namun, mata iman & mata HATI hanya bertumbuh dalam keheningan doa, ibadat, dan Ekaristi.
Dalam keheningan itulah HATI menjadi peka, batin menjadi jernih, dan kita mampu mengenali kehadiran-Nya yang lembut namun nyata. Keempat Wartakanlah.
Setelah datang, mendengar, dan melihat, barulah kita diutus pergi untuk mewartakan. Pewartaan bukan pertama-tama soal kata-kata, tetapi kesaksian hidup, melalui cara kita bekerja, cara kita mencintai, cara kita bersikap jujur, cara kita menghadapi penderitaan, cara kita memperlakukan sesama. Dan seperti para murid Yohanes, kita pun dipanggil untuk membawa kabar baik kepada mereka yang masih ragu, masih mencari, atau belum beriman dan percaya kepada Yesus. Namun kita hanya dapat menjadi saksi yang baik dan benar, jika kita sendiri terlebih dahulu mengalami Kristus. Akhirnya, menjadi murid Yesus berarti menjalani empat langkah sederhana namun mendalam:
Datang: Mendengarkan; Melihat: Mewartakan, yang bersumber dari keheningan doa, ibadat dan ekaristi. Inilah ritme hidup seorang saksi Kristus. Dari perjumpaan pribadi dengan Yesus, lahirlah pewartaan yang otentik dan hidup yang memancarkan kasih-Nya.

Baca Juga :  Ia Melihatnya Dan Percaya

Pertanyaan refleksi:

1. Apakah aku sudah sungguh menyediakan waktu untuk datang kepada Yesus, melalui doa, Firman, dan Ekaristi, sebelum aku mencoba menjadi saksi-Nya bagi orang lain?
2. Apa yang selama ini aku dengar dan aku lihat dari Yesus dalam keheningan doa, ibadat, dan ekaristi? Dan bagaimana hal itu mengubah cara aku hidup setiap hari?
3. Siapa saja di sekitarku yang membutuhkan kesaksian hidupku, bukan hanya kata-kata agar mereka semakin percaya kepada Yesus?
Selamat berefleksi…& Selamat berhari Minggu

Doa Singkat

Tuhan Yesus,
bantulah aku untuk datang kepada-Mu,
mendengarkan Firman-Mu,
dan melihat kehadiran-Mu dalam doa, ibadat dan Ekaristi.
Kuatkan aku agar mampu mewartakan kasih-Mu melalui hidupku setiap hari. Amin.