Renungan hari ini: Dengarkan, Bangunlah, Dan Lakukan

Renungan hari ini: Dengarkan, Bangunlah, Dan Lakukan

mediasumatera.id – SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, banyak kali kita kurang mendengarkan sesama, selalu menunda-nunda atau mengulur-ulur waktu dan terkadang ada kompromi atau banyak pertimbangan, tidak segera eksekusi. Oleh karena itu, kita perlu belajar dari Santo Yusuf, ayah asuh Yesus. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat merayakan Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, dan Yusuf.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 2: 13 – 15. 19 – 23, yakni penyingkiran ke Mesir; pembunuhan anak-anak di Betlehem, dan kembali dari Mesir. Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan tentang
Yusuf sebagai teladan ketaatan sejati. Ia mendengarkan sabda Tuhan melalui malaikat dengan HATI yang rendah dan telinga batin yang terbuka. Namun, ia tidak berhenti pada mendengar saja. Ia segera bangun, bergerak, dan melakukan tepat seperti yang diperintahkan, tanpa kompromi atau pertimbangan manusiawi. Hasilnya? Keselamatan bagi Yesus dan penggenapan nubuat Allah.

*Bagaimana dengan kita?* Di tengah dunia yang bising dengan suara ketakutan, opini, dan ambisi, seringkali kita menunda ketaatan: “nanti saja”, “saya sibuk”, “apa kata orang?”. Yusuf mengajarkan kepada kita bahwa ketaatan menuntut keberanian untuk segera bertindak, meninggalkan ranjang kenyamanan, dan berani menanggung risiko.

Maka, mari kita belajar dari Yusuf, yakni: _Pertama_ *Dengarkan dengan HATI yang hening, yang berarti kita menyediakan ruang khusus untuk hening: doa, ibadat, ekaristi*. _Kedua_ *Bangunlah dengan segera tanpa menunda-nunda atau mengulur-ulur waktu*. _Ketiga_ *Lakukanlah dengan taat sepenuhnya. Tidak banyak kompromi atau pertimbangan atau diskusi, melainkan langsung bertindak atau eksekusi. Disinilah ketaatan sejati atau total*. Ketiga hal di atas dilandasi oleh ketaatan, yang dimulai dari kerendahan dan keterbukaan hati. Dan semoga ketaatan kita merupakan bagian dari puzzle besar rencana Allah.

Baca Juga :  Renungan hari ini: Magnifikat Maria

*Pertanyaan refleksi*:

1. Apakah saya sungguh menyediakan “ruang hening” dalam HATI untuk mendengarkan sabda Tuhan di tengah hiruk pikuk dunia?
2. Ketika mendengar firman, apakah saya cenderung menunda ketaatan dengan alasan sibuk atau takut risiko?
3. Bagian mana dalam hidup saya yang perlu segera saya lakukan dengan taat penuh, tanpa kompromi atau pertimbangan berlebihan?
*Selamat berefleksi…& Selamat berhari Minggu: Pesta Keluarga Kudus Nazaret*

*Doa Singkat*

Tuhan, bukalah telinga HATI kami untuk mendengar sabda-Mu,
dan berilah keberanian untuk segera taat melakukan kehendak-Mu. Amin.