mediasumatera.id – SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Pada hari ini, kita memperingati hari Ibu. Saya mengucapkan selamat hari ibu bagi semua ibu, jadilah Maria masa kini, yang rendah hati, lembut hati dan bersahaja, serta selalu memuliakan Tuhan, melalui magnifikatnya. Semua ibu adalah ibu kehidupan, sama seperti Maria ibu Yesus.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 1: 46 – 56, yakni nyanyian pujian Maria. Dalam bacaan Injil hari ini, Maria mengangkat pujian yang indah kepada Allah: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku.” Nyanyian ini, yang kita kenal sebagai magnifikat, adalah ungkapan doa syukur tulus seorang hamba yang dipilih menjadi ibu Tuhan. Kepercayaan besar yang diterima Maria tidak menjadikannya tinggi HATI atau sombong. Sebaliknya, ia menyambutnya dengan kerendahan, kelembutan, dan kesahajaan HATI. Sukacitanya tidak diekspresikan dengan pesta gemerlap, melainkan dengan doa syukur yang sederhana namun penuh makna.
Bagaimana dengan kita? Sebagai murid Yesus, kita pun menerima banyak anugerah: kesehatan, keluarga yang harmonis, pekerjaan, pendidikan, ekonomi yang cukup, dan berkat lainnya. Namun, apakah kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan? Ataukah kita lebih sering menggantikan doa syukur dengan pesta dan kesenangan duniawi? Maka, mari kita belajar dari Maria. Dia dengan rendah HATI, memuliakan Tuhan, karena ia menjadi rekan kerja Allah dalam proyek keselamatan. Maria adalah ibu kehidupan bagi Sang Sumber Hidup. Semoga kita semua, terlebih para ibu, menjadi Maria-Maria masa kini: ibu kehidupan bagi keluarga, teladan dalam kerendahan, kelembutan, dan kesahajaan hati. Dan
hari ini, kita mengucapkan Selamat Hari Ibu. “Bagi dunia, seorang ibu mungkin hanyalah seseorang. Tetapi bagi seorang anak, ibu adalah dunianya.
Pertanyaan refleksi
1. Apakah aku sudah membiasakan diri mengucap syukur atas berkat Tuhan, atau lebih sering merayakannya dengan cara duniawi?
2. Dalam hal apa aku bisa belajar kerendahan HATI dan kesahajaan dari Maria, agar hidupku sungguh memuliakan Tuhan?
3. Sebagai seorang murid Kristus (atau sebagai seorang ibu/ayah/anak), bagaimana aku dapat menjadi “Maria masa kini” bagi keluarga dan komunitas melalui teladan hidup yang sederhana dan penuh kasih?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan, ajarilah kami seperti Maria, yang dengan HATI rendah dan bersahaja selalu memuliakan-Mu.
Dalam setiap berkat yang kami terima, jadikanlah hidup kami sebagai kidung syukur yang tulus. Semoga para ibu dan kami semua menjadi teladan KASIH, kerendahan, dan kelembutan HATI. Amin.



