Renungan hari ini: Di Rumahmulah Aku Merayakan paskah

Renungan hari ini: Di Rumahmulah Aku Merayakan paskah
Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Yesus mau merayakan paskah di rumah HATI kita, apakah pintu HATI kita terbuka mau menerima-Nya?

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 26: 14 – 25, yakni Yudas mengkhianati Yesus dan Yesus makan paskah dengan murid-murid- Nya. Dalam bacaan Injil hari ini, pada malam itu Yesus tidak memilih istana atau Bait Suci, melainkan sebuah rumah sederhana. Ia rindu duduk semeja dengan para murid-Nya sebelum penyaliban. Di meja itu, KASIH dan pengkhianatan bertemu: roti kehidupan dibagikan, sementara Yudas memilih jalan gelap. Pertanyaannya: apakah rumah HATI kita terbuka bagi-Nya? Sebab pengkhianatan tidak selalu berupa tiga puluh keping perak. Hari ini pengkhianatan hadir dalam wajah yang lebih halus:
Pertama ketika kita malas berdoa, ibadat, dan ekaristi; Kedua ketika dunia digital mencuri waktu dan hati kita; Ketiga ketika kesenangan pribadi lebih kita kejar daripada mencari wajah-Nya; Keempat ketika kita menunda pertobatan dan membiarkan dosa kesayangan tetap tinggal; Kelima ketika doa, ibadat dan ekaristi rutin, tidak menghasilkan perubahan hidup; Keenam ketika kita lebih mencintai reputasi, jabatan, atau pelayanan daripada Yesus sendiri. Semua itu adalah bentuk pengkhianatan yang pelan-pelan menjauhkan kita dari Dia, meski kita duduk semeja dengan-Nya. Namun Yesus tidak menuntut hatii yang sempurna. Ia hanya rindu pintu HATI kita dibuka. Membuka pintu HATI berarti memberi-Nya kuasa untuk membersihkan, mengubah, dan berdiam selamanya.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, hari ini Yesus masih mengetuk pintu hati kita. Jangan biarkan Ia hanya singgah di teras rumah hati kita. Bukalah seluruh ruang hidup kita, biarkan Ia duduk sebagai Raja. Jadikan hari ini titik balik: saat Yesus benar-benar merayakan Paskah di rumah hati kita, bukan sebagai TAMU, melainkan sebagai TUAN Rumah yang tinggal selamanya.

Baca Juga :  Mengampuni Tanpa Batas Dan Syarat

Pertanyaan refleksi

1. Apakah aku sungguh membuka seluruh ruang HATI bagi Yesus, atau hanya memberi-Nya tempat di “teras” hidupku?
2. Bentuk pengkhianatan mana yang paling sering muncul dalam hidupku, malas berdoa, ibadat, ekaristi, dan sibuk dengan dunia digital, menunda pertobatan, atau mencintai kenyamanan dunia lebih daripada Tuhan?
3. Jika Yesus mengetuk pintu hatiku hari ini, apa langkah nyata yang bisa kulakukan agar Ia benar-benar menjadi Tuan Rumah dalam hidupku?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, hari ini Engkau kembali mengetuk pintu hatiku.
Ampunilah aku atas segala bentuk pengkhianatan:
malas berdoa, ibadat dan ekaristi, sibuk dengan dunia digital, menunda pertobatan,
dan mencintai kenyamanan dunia lebih daripada Engkau. Aku membuka pintu hatiku bagi-Mu, bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai Tuan Rumah yang berkuasa atas seluruh hidupku.
Tinggallah di sini selamanya, bersihkan setiap sudut yang kotor,
dan jadikan hidupku tempat di mana Engkau merayakan Paskah. Amin.