Renungan hari ini: Dipanggil Untuk Menjadi Saksi Yang Jujur

Renungan hari ini: Dipanggil Untuk Menjadi Saksi Yang Jujur

mediasumatera.id SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Sebagai murid dan pengikut Yesus, kita semua dipanggil untuk hidup jujur, tulus, apa adanya tanpa topeng, baik terhadap diri sendiri, sesama dan terlebih terhadap Tuhan.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 1: 29 – 34, yakni Yohanes menunjuk kepada Yesus. Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan bahwa di tepi sungai Yordan, Yohanes Pembaptis bersaksi bukan dengan teori, melainkan dengan pengalaman nyata. Ia melihat Yesus datang dan berseru: “Lihatlah, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!”. Kesaksiannya lahir dari kepastian Ilahi, ia menyaksikan Roh turun seperti merpati, tanda bahwa Yesus adalah Mesias. Yohanes tidak bisa diam; ia harus berkata jujur tentang apa yang ia lihat dan alami. Oleh karena itu, kesaksian Yohanes menjadi teladan bagi kita. Ia tidak mencari panggung untuk dirinya, tidak membangun popularitas pribadi, melainkan menunjuk kepada Kristus. Kata-katanya jujur, jelas, dan berpusat pada kebenaran dari Allah. Ia tahu perannya: mempersiapkan jalan, bukan mengisi jalan itu sendiri. Kini, panggilan itu ada pada kita. Menjadi saksi yang jujur bukan berarti harus sempurna atau tahu segalanya. Itu berarti berani berkata dengan tulus: “Aku telah melihat dan mengalami-Nya”, melalui kata, sikap, dan hidup yang mengarahkan orang kepada Kristus, bukan kepada diri kita. Maka,
kesaksian sejati dimulai dari pengalaman pribadi kita dengan Sang Anak Domba, lalu diwujudkan dalam keberanian untuk menceritakan-Nya dengan rendah HATI dan KEJUJURAN. Kita dipanggil bukan untuk bersinar sendiri, melainkan untuk memantulkan Sang Terang. Seperti Yohanes, kita BELAJAR untuk: rendah HATI, tulus, jujur, apa adanya tanpa topeng, tidak ambisius, tahu diri dan posisi serta tidak mencari atau mengejar popularitas diri. Sama seperti Yohanes, bahwa Yesus tetap nomor satu, Dia bintang yang bercahaya terang. Dia semakin besar, sedangkan Yohanes makin kecil. Semoga kita menjadi Yohanes Pembaptis² masa kini. Mudah-mudahan🙏🙏

Baca Juga :  Kasihilah Sesamamu, Seperti Dirimu Sendiri

Pertanyaan refleksi:

1. Apakah saya sudah berani bersaksi dengan jujur tentang pengalaman iman saya, tanpa menambah atau mengurangi demi terlihat hebat?
2. Dalam keseharian, adakah sikap atau tindakan saya yang lebih menonjolkan diri daripada menunjuk kepada Kristus?
3. Bagaimana saya bisa belajar dari Yohanes Pembaptis untuk semakin kecil, agar Yesus semakin besar dalam hidup saya?
Selamat berefleksi…& Selamat berakhir pekan

Doa Singkat

Tuhan Yesus, ajarilah kami menjadi saksi yang jujur, seperti Yohanes yang menunjuk kepada dirinya sendiri. Biarlah hidup kami sederhana, rendah HATI,
dan selalu memantulkan terang-Mu, agar dunia mengenal Engkau, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Amin.