mediasumatera.id – DAMAI SEJAHTERA bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah kita lebih sering memelihara roh jahat atau Roh Kudus dalam hati dan pikiran kita?
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 1: 21b – 28, yakni Yesus dalam rumah ibadat di Kapernaum. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengusir roh jahat di rumah ibadat Kapernaum dengan kuasa dan otoritas-Nya. Renungan ini mengingatkan kita bahwa kuasa Kristus bukan hanya berlaku “di rumah ibadat Kapernaum luar sana,” tetapi juga di dalam ruang doa Kapernaum HATI dan PIKIRAN kita.
Memelihara roh jahat berarti memberi tempat bagi hal-hal yang merusak jiwa, yakni
Pertama mudah: marah, emosional, tersinggung, iri, dengki, pendendam . Kedua
Sulit mengampuni, malas berdoa, malas beribadat, malas berekaristi, dengan alasan sibuk, capek, lelah Ketiga Tidak disiplin, suka bergosip, menjelekkan orang lain.
Sebaliknya, memelihara Roh Kudus berarti membiarkan buah-Nya tumbuh dalam hidup kita, yakni:
Pertama Sabar, tidak mudah marah, tidak iri, tidak cemburu, tidak dendam. Kedua Mudah mengampuni, disiplin, rajin, berpikir positif tentang orang lain. Ingatlah,
bahwa roh jahat yang kita pelihara sering tidak berteriak keras, melainkan berbisik halus: roh kepahitan, dengan terus merawat luka dan dendam? Atau roh ketakutan, yang kita beri makan dengan kekhawatiran yang tak putus? Mungkin juga roh kesombongan yang nyaman kita simpan, atau roh kompromi yang kita biarkan menggerogoti integritas. Namun Yesus tetap berkuasa. Ia berseru dengan otoritas yang sama: “diam, keluarlah!” Oleh karena itu, jangan simpan dalam HATI apa yang sudah dikalahkan-Nya di kayu salib. Buka pintu bagi Firman-Nya, undang Roh Kudus memenuhi setiap ruang yang kosong dalam diri kita, dan biarkan Yesus membersihkan serta memulihkan. “Karena Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan Roh yang membangkitkan kekuatan, KASIH dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7).
Pertanyaan refleksi
1. Apakah ada sikap atau kebiasaan dalam diri saya yang selama ini justru memelihara roh jahat, seperti mudah marah, iri, atau sulit mengampuni?
2. Bagaimana saya dapat lebih membuka HATI untuk memelihara Roh Kudus, sehingga buah-Nya nyata dalam sikap sabar, disiplin, dan kasih?
3. Langkah konkret apa yang bisa saya lakukan hari ini untuk berhenti memelihara roh jahat dan memberi ruang bagi Yesus membersihkan HATI saya?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, bersihkan HATI kami dari roh jahat.
Penuhi kami dengan Roh Kudus-Mu, agar hidup kami memancarkan KASIH dan DAMAI. Amin.



