Renungan hari ini: Mata Indrawi Melihat, Mata Hati Buta

Renungan hari ini: Mata Indrawi Melihat, Mata Hati Buta

mediasumatera.id – SALVE bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah mata indrawi Anda bisa melihat dengan jelas? Bagaimana dengan mata hati Anda? Ciri bahwa mata hati Anda tidak buta adalah Anda mampu merasakan kehadiran Tuhan, lewat berbagai peristiwa, lewat alam dan lewat sesama. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santa Lusia, Perawan dan Martir

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 17: 10 – 13, yakni Yesus dimuliakan di atas gunung. Dalam bacaan Injil hari ini, kita mendengarkan kisah
para murid Yesus dan para ahli Taurat yang mampu melihat Yohanes Pembaptis dengan mata indrawi mereka. Juga mereka mendengar seruan pertobatan yang bergema di padang gurun. Namun, mata hati mereka buta dan telinga batin mereka tuli. Mereka tidak mampu mengenali bahwa Yohanes adalah “Elia” yang datang untuk mempersiapkan jalan bagi Mesias, yakni Yesus, Sang Imanuel.
Demikian pula dengan Yesus. Mereka melihat Dia berjalan di atas air, tetapi mengira hantu. Mereka menyaksikan lima roti dan dua ikan memberi makan ribuan orang, tetapi gagal memahami kuasa Allah yang hadir. Bahkan setelah kebangkitan, mereka tidak segera mengenali Dia. Mata indrawi mereka bekerja, tetapi mata iman mereka tertutup. Demikian pula dengan
para ahli Taurat lebih keras lagi: terang-terangan menolak Yesus, meski tanda-tanda kehadiran Allah begitu jelas. Murid-murid pun tak luput dari kebutaan rohani. Mereka melihat, tetapi tidak memahami. Mereka mendengar, tetapi tidak percaya. Mereka benar-benar GAGAL paham tentang Yesus.

Bagaimana dengan kita? Bisa jadi kita pun sama. Mata jasmani kita sehat, telinga kita normal, tetapi mata HATI kita buta dan TELINGA iman kita tuli. Kita gagal melihat Yesus yang hadir dalam diri sesama, teristimewa dalam diri orang miskin, orang menderita atau kaum marginal, juga dalam berbagai peristiwa hidup sehari-hari, dan dalam Firman yang disampaikan. Kita sibuk dengan penglihatan lahiriah, tetapi lalai membuka mata batin. Mata dan telinga kita juga tajam melihat dan mendengarkan kelemahan atau keburukan orang lain, tetapi mata hati dan telinga iman kita buta dan tuli untuk melihat diri, untuk introspeksi, dan buta serta tuli untuk memaafkan orang lain.

Baca Juga :  Jangan Hanya Mengaku Sebagai Orang Kristen, Tetapi Marilah Hidup Dalam Firman-Nya Untuk Dapat Memperbaiki Hidup dan Tingkah Laku Kita

Pertanyaan refleksi

1. Bagian mana dari hidup saya yang selama ini hanya saya lihat dengan mata indrawi, tetapi belum saya lihat dengan mata HATI dan mata IMAN?
2. Dalam situasi atau melalui siapa saja Yesus sebenarnya hadir, tetapi saya sering gagal mengenali-Nya?
3. Apa langkah konkret yang perlu saya lakukan agar mata hati saya lebih peka melihat karya Tuhan dan telinga batin saya lebih terbuka mendengar suara-Nya?
Selamat berefleksi…& selamat berakhir pekan🙏🙏

Doa singkat:
Tuhan Yesus, bukalah mata HATI kami agar mampu melihat kehadiran-Mu dalam hidup ini. Jadikan TELINGA iman kami peka mendengar suara-Mu, sehingga kami tidak hanya melihat dengan mata jasmani, tetapi juga memahami dengan mata IMAN. Amin.