mediasumatera.id -DAMAI SEJAHTERA bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus. Apakah Anda pernah merasa ditolak sesama, hanya karena Anda memiliki kelebihan atau kelemahan? Ingat, Yesus juga pernah ditolak.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 6: 1 – 6, yakni Yesus ditolak di Nazaret. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus kembali ke Nazaret, kampung halaman-Nya. Awalnya orang-orang terpesona oleh hikmat dan kuasa-Nya. Namun, kekaguman itu segera berubah menjadi penolakan. Mereka tersandung oleh hal-hal lahiriah: pekerjaan-Nya sebagai tukang kayu, keluarga-Nya yang sederhana, masa lalu yang mereka kenal. Akibatnya, mereka gagal melihat keIlahian yang hadir di tengah mereka. Penulis
Markus mencatat dengan getir: karena ketidakpercayaan, Yesus hampir tidak dapat melakukan mukjizat di sana. Kuasa keselamatan ada di depan mata, tetapi HATI yang tertutup membuat mereka kehilangan berkat. Menolak Yesus berarti menolak pengampunan, damai, dan hidup yang kekal. Kisah Nazaret adalah cermin bagi kita. Kita pun bisa menolak Yesus dengan cara halus: mengabaikan firman, menomor-sekiankan Dia dalam hidup, atau menutup mata terhadap sesama yang lemah. Padahal, menerima Yesus berarti membuka diri bagi KASIH yang nyata, KASIH yang diwujudkan dalam pengampunan, pelayanan, dan penerimaan tanpa syarat. Hari ini kita dihadapkan pada pilihan yang sama: melihat Yesus hanya sebagai sosok biasa, atau menyambut-Nya sebagai Juruselamat. Jangan ulangi kesalahan Nazaret. Bukalah mata HATI, terimalah Dia, dan biarkan keselamatan-Nya mengubah hidup kita.
*Pesan inti untuk kita:*
Bahwa iman bukan sekadar tahu tentang Yesus, tetapi menerima Dia dengan HATI terbuka dan membiarkan KASIH-Nya nyata dalam tindakan. Menolak Dia berarti menutup pintu keselamatan; menerima Dia berarti hidup dalam anugerah yang mengubah segalanya.
*Pertanyaan refleksi*
1. Apa hal-hal “lahiriah” dalam hidup saya yang sering membuat saya sulit melihat Yesus dengan mata iman?
2. Dalam sikap sehari-hari, adakah cara halus saya menolak Yesus, misalnya lewat ketidakpedulian terhadap firman atau sesama?
3. Bagaimana saya bisa lebih sungguh menerima Yesus sebagai Juruselamat, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi lewat kasih dan tindakan nyata?
*Selamat berefleksi*🙏🙏
*Doa Singkat*
Tuhan Yesus, ampunilah kami bila sering menutup HATI dan menolak kehadiran-Mu dalam hidup kami. Bukalah mata iman kami agar mampu melihat Engkau bukan hanya sebagai sosok biasa, tetapi sebagai Juruselamat yang membawa keselamatan. Tolong kami untuk menerima-Mu dengan sepenuh HATI dan mewujudkan iman kami dalam KASIH, pengampunan, dan pelayanan nyata. Amin.




