mediasumatera.id – DAMAI SEJAHTERA bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda sungguh-sungguh mengenali Yesus? Ciri bahwa Anda mengenali Yesus adalah Anda rajin dan setia beriman kepada-Nya yang diwujudkan lewat menjalin relasi yang intim dan intens dengan-Nya dalam doa, ibadat dan ekaristi.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 3: 7 – 12, yakni Yesus menyembuhkan banyak orang. Dalam bacaan Injil hari ini,
Yesus digambarkan dikelilingi oleh banyak orang yang mencari kesembuhan. Mukjizat-mukjizat yang Ia lakukan menjadi tanda otoritas Ilahi-Nya. Bahkan roh-roh jahat yang berjumpa dengan-Nya tersungkur dan berseru: “Engkaulah Anak Allah!” Paradoks yang menusuk HATI muncul di sini: roh-roh jahat, makhluk-makhluk gelap yang memberontak, justru memiliki pengenalan teologis yang akurat tentang Kristus. Mereka tahu siapa Yesus, tetapi pengetahuan itu tidak menyelamatkan mereka. Itu hanyalah pengakuan terpaksa, penuh ketakutan, tanpa penyerahan diri.
Bagaimana dengan kita? Sebagai murid-murid Kristus, kita dipanggil bukan hanya untuk tahu tentang Yesus, tetapi sungguh mengenal-Nya sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia. Pengenalan yang menyelamatkan lahir dari relasi yang intim dan intens dengan-Nya melalui doa, ibadat, firman, dan ekaristi. Tanpa keintiman itu, kita berisiko memiliki pengetahuan agama yang kosong, mirip dengan pengakuan pahit para roh jahat. Maka, langkah untuk mengenal Yesus secara sejati, adalah:
Pertama Dalam Doa: berbicara dan mendengar dalam kesunyian HATI.
Kedua Dalam Ibadat dan Firman: merenungkan karakter dan ajaran-Nya agar pikiran kita dibentuk.
Ketiga Dalam Ekaristi: mengalami perjumpaan paling mendalam, menyatu dengan pengorbanan dan kasih-Nya.
Akhirnya, jangan sampai makhluk kegelapan lebih cepat mengenali Terang itu daripada kita yang hidup dalam terang KASIH karunia. Mari mengenal Dia bukan dari jauh, melainkan dari dekat sebagai Anak dengan Bapa, sahabat dengan sahabat. Dengan demikian, pengakuan kita menjadi penyembahan, dan pengetahuan kita berubah menjadi keselamatan.
Pertanyaan refleksi
1. Apakah pengenalan saya akan Yesus selama ini hanya sebatas pengetahuan, atau sudah menjadi pengalaman pribadi yang mengubah hidup?
2. Bagaimana saya membangun relasi yang intim dengan Yesus melalui doa, ibadat, firman, dan ekaristi dalam keseharian?
3. Dalam kesaksian hidup sehari-hari, apakah orang lain dapat melihat bahwa saya sungguh mengenal Yesus sebagai Anak Allah?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, Engkaulah Anak Allah. Ajari kami mengenal-Mu bukan hanya dengan pikiran, tetapi dengan HATI yang percaya. Bimbing kami setia dalam doa, ibadat, firman, dan ekaristi, agar hidup kami menjadi kesaksian akan kasih-Mu. Amin.




